Bayi Prematur Meninggal Diduga Akibat Kekerasan Saat Hamil di Batam

Bayi Prematur Meninggal Diduga Akibat Kekerasan Saat Hamil di Batam

Kondisi Rumah Duka Korban yang berada di Kampung Bintang, Kelurahan Tanjunguncang. Foto : Dokumentasi Keluarga Korban

Nurjali

Batam, Batamnews - Sebuah duka yang dalam menyelimuti keluarga Al di Kampung Bintang, Kelurahan Tanjunguncang. Pada Kamis, 13 November 2025 dini hari, bayi perempuan Al yang lahir prematur, akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah berjuang selama enam hari di ruang perawatan intensif RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Di tengah kesedihannya, Al masih jelas teringat kekerasan yang dialaminya. Peristiwa naas itu terjadi pada Senin, 28 Oktober 2025 malam, saat kandungannya baru menginjak tujuh bulan. 
Kekasihnya, Ky, bersama seorang wanita lain, mendatangi rumahnya dengan paksa. Mereka mendobrak pintu, lalu langsung menyasar Al yang sedang hamil besar.

Baca juga: Duplik Kasus ASDP, Kuasa Hukum Nilai Dakwaan Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan

Pukulan dan tendangan menghujani tubuh Al tanpa ampun. Ia tersungkur tak berdaya. Jeritan dan tangisnya sama sekali tidak menghentikan amuk Ky. Bahkan, anak pertamanya yang masih balita turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Warga yang mendengar keributan berusaha melerai, tetapi para pelaku berhasil kabur. Akibat penganiayaan itu, kondisi Al memburuk. Ia mengalami pendarahan dan depresi, yang akhirnya memaksa dokter untuk mengambil tindakan persalinan dini.

Pada 7 November, Al melahirkan bayi prematur. Bayi mungil itu lahir dalam kondisi sangat lemah. Enam hari kemudian, nyawanya tak tertolong.

Keluarga Al sangat terpukul. Heribertus, perwakilan keluarga, menyatakan rasa tidak terima atas peristiwa ini. 

"Siapapun pasti tak terima, kalau keluarganya diperlakukan seperti ini," ujarnya pada Kamis, 13 November 2025 siang.

Baca juga: "Abi" Cabuli Cucu Tiri, Terbongkar dari Pengakuan Polos Sang Korban

Ia juga menyampaikan harapan agar polisi segera menangkap Ky. Selain karena menyebabkan kematian bayi, Ky juga disebut mengancam akan membunuh Al jika berani melaporkan kekerasan itu.

Di tempat terpisah, Wakapolsek Batuaji, Iptu Ridho, membenarkan laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa polisi sedang memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti. 

"Kasus ini menjadi prioritas kami karena melibatkan kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :