Film Lama Kegemaran Saya

Film Lama Kegemaran Saya

Film Legendaris Asia.

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Abang Mat

Tiga Abdul... film ini dibuat di Singapura pada tahun 1964. Diperankan oleh pelakon-pelakon terbaik pada zamannya. Seperti P. Ramli, Ahmad Nisfu, Sarimah, Saleh Kamil, dan HM Busra. Diarahkan langsung oleh P. Ramli. Dihasilkan di Studio Fim Melayu milik Shaw bersaudara. Film ini berjenis drama komedi yang penuh dengan pesan-pesan moral yang sangat bernilai, yang bermanfaat bagi kehidupan manusia sepanjang zaman. Film ini bisa disaksikan di Youtube.  

Cerita di awali dengan pengenalan keluarga konglomerat bernama Ismeth Ulam Raja oleh Samsudin Al Haj. Keluarga Ismeth diceritakan tinggal di Isketambola, yang kehidupan kotanya dibuat seperti Baghdad pada abad 9. Ismeth mempunyai rumah yang antik. Kekayaan Ismeth layak diungkapkan dengan istilah ''kapal di laut & gedung di darat''. Ismeth memiliki tiga anak laki-laki bernama Abdul Wahab, Abdul Wahib, dan Abdul Wahub. Semuanya berkedai.

Di pesta ulang tahunnya yang dirayakan dengan meriah di rumahnya, dihadiri banyak tamu-tamu termasyhur. Malam itu salah satu tamunya yang merupakan saudagar barang antik, bernama Sadiq Segaraga, memimpin semua tamu menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Ismeth. Pada saat selesai menyanyikan lagu ulang tahunnya yang ke 71, Ismeth mendadak jatuh sakit. Ismeth pun dirawat di rumahnya. Dan tak lama setelah itu, Ismeth wafat. Tapi sebelum wafat, dua anak tertuanya sudah sibuk membahas warisan dan memperebutkan harta Ismeth. Serta mengucilkan Abdul Wahub yang sedang berduka. 

Setelah Ismeth wafat dan hartanya direbut kedua anak tertuanya, si bungsu Abdul Wahub hanya mendapatkan rumah keluarga besarnya. Dan seorang penolong keluarga. Abdul Wahub ikhlas.

Kekayaan Abdul Wahab dan Abdul Wahib diketahui oleh Sadiq Segaraga. Sadiq yang saat itu bisnisnya sedang merosot, mendapatkan saran dari pengacaranya yang bernama Qasim Pentalon, untuk menikahkan anak-anaknya dengan Abdul Wahab dan Abdul Wahib. Dengan tujuan akhir memiliki semua harta menantunya. Diperintahkan lah oleh Sadiq kepada Hamidah dan Rafidah untuk menggoda Wahab dan Wahib. Dengan tujuan awal supaya Wahab dan Wahib menikahi Hamidah dan Rafidah. 

Usaha ini berjaya. Karena saran dari pengacaranya, sebelum pernikahan dilaksanakan, Sadiq mewajibkan calon menantunya membuat perjanjian. Yang intinya mengatakan kalau menantunya marah, maka semua harta akan dirampas mertua, dan menantunya akan dijual di pasar. Strategi Sadiq ini berjaya, setelah Wahab dan Wahib marah karena tak mau tidur di kandang kuda. Akhirnya harta mereka dirampas dan mereka berdua dijual. Dengan mengatasnamakan undang-undang keluarga Sadiq.

Abdul Wahub yang tau dengan peristiwa ini, prihatin. Di suatu malam dalam tidurnya, Wahub bermimpi. Wahub diperintahkan ayahnya untuk menyelamatkan kedua abangnya, menikahi Ghasidah, dan berjumpa dengan seorang pengacara bernama Sulaeman Akhlaken. Setelah berjumpa di kantor sang pengacara dan disahkan bahwa Abdul Wahub adalah anak kandung Ismeth, tak disangka ternyata almarhum Ismeth telah menyiapkan bekal untuk kehidupan Wahub. Tindakan ini dilakukan karena Ismeth tau dengan sifat semua anak-anaknya. 

Dengan modal yang dimilikinya, Wahub berusaha menikahi Ghasidah dengan memohon izin dari Sadiq. Tapi lamaran Wahub ditolak oleh Sadiq, dilengkapi dengan penghinaan. Karena Wahub dianggap miskin. Sadiq dan pengacaranya tak tau bahwa Wahub lebih kaya daripada Sadiq dan abang-abangnya. Karena berniat ingin menikahi Ghasidah, Wahub terpaksa menunjukkan hartanya. Yang tersebar di sepanjang kota-kota besar di timur tengah. Mulai dari Cairo, Riyadh, sampai Muscat.

Setelah Sadiq tau bahwa Wahub kaya raya, Sadiq pun terkejut. Akhirnya dia setuju menikahkan Ghasidah dengan Wahub. Dengan harapan bisa memiliki semua harta Wahub. Karena menganggap Abdul Wahub hanyalah budak bodoh yang gampang dijebak, sama seperti abang-abangnya. Strategi yang sama pun diterapkan kepada Wahub untuk menjeratnya. 

Tapi karena kecerdasan Wahub, yang sudah hafal dengan permainan Sadiq dan pengacaranya, Wahub pun menerapkan strategi yang sama kepada calon mertuanya. Apabila mertuanya yang marah, maka semua harta mertuanya lah yang dirampas. Dan mertuanya pasti dijual ke pasar. Karena terlanjur terbuai dengan peluang emas memiiki hartanya Wahub dan keyakinan bisa mengelabuhi Wahub, Sadiq pun setuju. Pengacaranya dijanjikan jatah sebesar 25%.

Wahub pun menikah dengan Ghasidah, dalam suasana yang serba dingin. Malam pertama setelah pulang kerja, serangan yang sama ditujukan kepada Wahub. Wahub hanya dibolehkan mencium aroma makan malamnya dan tidur di kandang kuda. Tapi Wahub tak marah dan menghadapinya dengan tenang. Malah undang-undang yang diterapkan Sadiq untuk membunuh Wahub itu, dinamakan economy dan family planning olehnya. 

Serangan pertama dan kedua gagal. Begitu juga dengan semua serangan seterusnya, termasuk usaha membuat wahub cemburu dan rencana membakar Wahub saat sedang tidur. Satupun tak ada yang berjaya. Justru ditanggapi Wahub dengan serangan balik - serangan balik yang lucu, yang membuat Sadiq menjadi kesal dan marah tapi masih dalam tahap mampu menahan marah. 

Malangnya bagi Sadiq, di serangan terakhir yang berpuncak pada rumahnya, Sadiq tak mampu menahan marahnya. Karena kedai, kantor, dan rumahnya dijarah masyarakat, berkat perintah Wahub. Dengan mengatasnamakan zakat. Sadiq benar-benar marah. Bahkan sampai sanggup mengusir Ghasidah. Karena sah terbukti marah, harta Sadiq pun dirampas semuanya. Sadiq pun tergeletak lemah. Akhirnya Sadiq dijual di pasar. 

Karena ingat dengan pesan ayahnya, dengan kepeduliannya Abdul Wahub menebus kedua abangnya yang bekerja sebagai tukang urut di rumah saudagar unta bernama Husen Lempoyang, dengan menyamar sebagai seorang saudagar berlian bernama Jamal Pak Tongko. Begitu juga dengan dua iparnya dan mertuanya yang dilelang di pasar, ditebus Wahub. Untuk dijadikan penolong pribadi keluarganya. Kecuali pengacara Sadiq yang jahat, yaitu Qasim Pentalon. Penghasut yang membuat Sadiq menjadi orang jahat. Dibiarkan tetap dilelang.

Di suatu malam yang tentram, setelah semua anggota keluarganya dikumpulkan di rumahnya, dengan penuh kebijaksanaan, semuanya disatukan lagi dan masing-masing dikembalikan ke pangkat asalnya. Dibebaskan dari pekerjaan mereka sebagai penolong pribadi keluarga Wahub dan semua keluarganya dikasih harta yang cukup. Setelah semua keluarganya menyesali kesalahan masing-masing. 

Wahub pun dengan kerendahan hatinya memohon maaf kepada abang-abangnya dan menjelaskan tujuan pembalasannya. Setelah semuanya sadar, akur, dan kaya lagi, cerita pun selesai. Tiga Abdul hidup bahagia dengan pasangan masing-masing. Diakhiri dengan adegan Sadiq Segaraga yang sedang santai menghisap cerutu, sambil mengakui kehebatan Abdul Wahub. Dan film ditutup dengan lagu Tiga Abdul yang lejen itu.

---

Hikmah yang bisa didapat dari film ini adalah film ini memesankan kepada penontonnya bahwa kita sebaiknya mempunyai kawan yang baik, berkawan dengan orang-orang baik. Karena kalau kita salah berkawan, kita bisa terikut jahat. Seperti Sadiq yang menjadi jahat karena saran-saran dari Qasim Pentalon. Pengacara sekaligus kawannya. Yang iri dengki dengan kenikmatan yang dimiliki anak-anak Ismeth Ulam Raja.

Banyak hal memikat dalam film ini. Seperti gaya anggota keluarga Ismeth. Yang merupakan campuran gaya melayu, inggris, dan arab. Memakai jas, dasi, rompi, tarbus, pantofel, tapi bercakap dengan bahasa melayu dan menyanyikan lagu-lagu melayu. Begitu juga dengan anak-anak Sadiq Segaraga yang semuanya tampil dengan gaya yang mutakhir pada zamannya, yang saat dilihat pada hari ini pun tetap terasa memukau. Sama dengan gaya wanita-wanita Inggris pada zaman itu. Pakaiannya, rambutnya, dan perhiasannya. Dan yang tak boleh dilupakan adalah gaya penolong pribadi keluarga Ismeth, serta pegawai anak-anaknya ismeth, yang didandan dengan gaya Sinbad. Seperti orang-orang di Baghdad pada abad 9 masehi.

Film ini juga dihiasi dengan dialog-dialog yang sangat lucu dan penuh hikmah. Yang membuat kepuitisan bahasa melayu terasa semakin menyejukkan perasaan. Seperti ''buang yang keruh, ambil yang jernih''. Film ini dibuat saat pejabat-pejabat Inggris masih banyak di Singapura. Sehingga orang-orang melayu banyak mencampurkan tata krama inggris ke dalam budaya melayu. Ini terlihat dari banyaknya terjemahan-terjemahan kalimat inggris yang diucapkan oleh para pelakon. Contohnya adalah bisakah saya menolong awak? ... yang berasal dari kalimat Can I Help You ?

Di film ini juga ditampilkan lagu ulang tahun khas melayu berjudul Allah selamatkan kamu. Lagu ini turun temurun menjadi anthem bagi keluarga-keluarga melayu yang mengetahuinya. Syair lagu ini terilhami dari anthemnya inggris, God Save the King. Lagu ini sama sakralnya dengan lagu selamat hari raya dan selamat pengantin baru yang dinyanyikan Saloma. Kedua lagu ini sering didendangkan sesuai dengan momennya masing-masing.

Film ini juga memesankan kepada semua penontonnya bahwa sifat rakus adalah sifat yang sangat buruk, karena bisa merusak hubungan antar manusia dan kelompok. Selanjutnya, menjaga kepercayaan itu sangat penting. Seperti yang dilaksanakan oleh Sulaeman Akhlaken dalam adegannya. Yang tetap amanah, walaupun pelanggannya telah wafat. Selanjutnya, penguasa dalam membuat aturan harus adil, tak boleh celat dan semena-mena. Apalagi terhadap pihak yang lemah. Karena pasti akan dibalas oleh pihak yang lebih berkuasa. 

Pesan selanjutnya adalah berani mengatakan yang benar, walaupun kepada pihak yang lebih berkuasa. Karena ibadah seseorang yang bersekongkol atau bersubhat dengan penguasa yang zalim tak akan pernah diterima Allah swt. Apapun sebab dan tujuannya. Ini seperti yang dilakukan oleh penolong pribadi keluarga Wahub saat abang-abangnya bersikap semena-mena dalam pembagian warisan. Tanpa ragu dia berani mengingatkannya langsung.  

Selanjutnya, hanya karena banyak orang lain rakus terhadap harta, bukan artinya kita juga harus memenuhi keinginan kita yang juga merasa tak cukup-cukup dengan harta dan ambisi. Sikap ini ditampilkan dalam adegan Wahub saat dia sudah kaya raya, dia tak mengambil harta mertuanya. Tapi justru membagikannya kepada abang-abangnya dan mertuanya. 

Selanjutnya, sebagai manusia kita harus memiiki keahlian dalam hidup dan tak selalu mengharapkan pekerjaan dari pemerintah. Semakin banyak keahlian kita artinya semakin bagus. Peningkatan mutu diri sangat diperlukan saat kita masih muda. Seperti yang ditunjukkan Abdul Wahub, yang ahli dibidang music dan berjual beli. Dengan mempunyai kedai gitar. 

Dan yang terakhir adalah apabila kita menyukai seseorang, kita jangan bersikap angkuh dan seolah-olah tidak menyukainya. Karena hal ini bisa mengakibatkan kesalahpahaman. Contohnya seperti dalam adegan Ghasidah yang menangis sedih dengan ucapan (bohong) Wahub saat sedang di studionya. Tapi merasa lega dan bahagia saat sudah mengetahui yang sebenarnya. 

Salah satu ucapan yang penuh khiasan dalam film ini adalah kalimat yang diucapkan oleh Husen Lempoyang, saudagar unta dari Cairo. Yang menjual Wahab dan Wahib kepada Wahub dengan harga 4000 poundsterling. Di akhir adegan beliau mengatakan kata-kata yang berjuta arti... ''Dunia ... dunia... berniaga manusia lebih bagus daripada berniaga unta ... ''

---

Film ini bagus ditonton bersama keluarga (dan kawan) saat sedang santai, misalnya di malam minggu. Karena ceritanya yang lucu dan jalan ceritanya yang memikat, ditambah lagi dengan lakonan pelakon-pelakonnya yang hebat. Durasinya juga tidak lama. Dan banyak pesan-pesan mulia yang tersimpan dibalik adegan-adegannya. Film ini menjadi tontonan yang ideal kapan saja. Karena selalu nyambung dengan siapapun dan di zaman apapun. 

Penulis pertama kali menonton film ini pada saat masih SMP, saat film ini masih hitam putih. Waktu itu penulis menonton film ini hanya untuk hiburan. Bagi penulis ini adalah mahakarya Melayu abad 20. Di bidang perfilman, khususnya di Asia. Karya seni yang tak ada duanya. Film ini sekelas dengan film-film Hollywood pada masanya. Dan film ini adalah karya terbaik P. Ramli. Melebihi mahakarya - mahakarya beliau lainnya, seperti Pendekar Bujang Lapok, Nujum Pak Belalang, dan Madu Tiga.

Film legendaris ini boleh dijadikan rujukan utama bagi mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di bidang perfilman, dan siapapun yang berminat dengan film-film bermutu. Inilah salah satu film penting yang pernah diciptakan seniman film dalam waktu satu abad terakhir. Menonton film ini adalah pilihan yang bermanfaat. Salam dari Batam.

-----

Penulis adalah alumni SMANSA Batam. Pembaca koran bola dan detektif conan di masa kecilnya. Pendukung pelestarian bahasa Prancis di negara-negara Afrika.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait