Jasa Orang Inggris kepada Malaya

Jasa Orang Inggris kepada Malaya

Prangko Kemerdekaan Malaya.

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Abang Mat

Pelaut Inggris saat pertama kali datang ke Malaya adalah di Pulau Penang. Apa yang di jumpai orang-orang Inggris di sana pada saat itu adalah sebuah pulau yang dipenuhi hutan belantara, yang masyarakatnya tinggal di tepi pantai, terbagi dalam banyak perkampungan. Masyarakat ini dikenal sebagai suku Melayu. Begitu juga saat Inggris mulai memasuki semenanjung Malaya. Dari ujung ke ujung isinya adalah hutan belantara, tak ada kota. Kecuali Melaka. Sebuah kota yang dibangun oleh pelaut-pelaut Portugis pada pertengahan abad 16 dan sejak tahun 1641 dikuasai pelaut-pelaut Belanda. Kenapa tak ada kota asli Melayu di semenanjung pada saat itu? Karena ibukota negara Melayu berada di Riau. Di situlah adanya kota-kota. Kenapa ada kota? Karena ada (pemerintahan) negara. Selain di situ adalah unorganized territory. Atau wilayah-wilayah tak beraturan.

Di dalam hutan belantara semenanjung yang sangat luas itu hiduplah suku Jakun, pribumi semenanjung. Orang-orang Jakun adalah orang-orang yang tidak mempunyai sasaran yang tinggi dalam hidup, kecuali hanya sebatas makan, tidur, dan mandi. Begitulah selama ribuan tahun kehidupan mereka. Dan di tepi pantai semenanjung adalah pemukiman-pemukimannya suku Melayu, yang juga telah ribuan tahun tinggal di semenanjung. Itulah sebabnya pada saat itu di semenanjung Malaya, (kecuali di Melaka) tak ada jalan, tak ada pelabuhan, tak ada bank, tak ada universitas, dan tak ada hospital. Bahkan sekolah dan perpustakaan pun tak ada. Yang ada hanyalah anak-anak yang belajar baca tulis Arab Melayu di perkampungan-perkampungan, di madrasah. Kebanyakan kepala keluarga Melayu saat itu bekerja sebagai nelayan. 

Disebabkan kebijaksanaan Inggris sebagai orang-orang yang berperadaban tinggi, tempat Oxford dan Cambridge berada, Inggris tidak langsung membangun kehidupan baru di pulau Penang. Tapi Inggris membangun kota barunya di awali dengan mendapatkan ridho dari ketua kampung yang dinobatkan sebagai Sultan, di wilayah yang sekarang bernama Kedah. Itulah sebabnya tak ada satu pun gedung-gedung bersejarah di Penang dan Kedah, setidaknya di ibukotanya. Peninggalan yang ada sekarang seperti istana, semuanya adalah hasil buatan arsitek-arsitek Inggris. Bahkan termasuk seragam militer Sultan, yang ditiru dari pakaian bangsawan-bangsawan Inggris. Karena pada saat itu orang Melayu di Kedah hanya memakai baju Melayu yang didapat dari orang-orang Melayu di Riau, yang saat itu kota-kotanya sudah menjadi pusat perdagangan internasional sejak lama. 

Beginilah awal kehidupan orang-orang Inggris di Malaya. Setelah urusan dengan Kedah selesai (pendirian Penang), barulah wilayah-wilayah lainnya mengikuti. Semua ketua kampung dinobatkan. Batas-batas antar wilayah kesultanan dibuat dan dipatuhi. Tahun 1874 Inggris membuat perjanjian bersejarah dengan Perak. Tahun 1885 wilayah Sembilan dikeluarkan dari Johor. Tahun 1895 didirikan negara baru bernama negeri-negeri Nelayu bersekutu, gabungan dari Perak, Selangor, Sembilan, dan Pahang. Tahun 1909, setelah perjanjian Bangkok ditandatangani, Kedah, Kelantan, Terengganu, dan Perlis juga menjadi kesultanan yang dikuasai Inggris. Hanya Johor yang sengaja dibiarkan tetap merdeka sampai tahun 1914. Penang, Melaka, dan Singapura pada tahun 1867 disatukan sebagai negeri-negeri selat. Tiga wilayah yang langsung diperintah Gubernur. 

Setelah pendirian negeri-negeri Melayu bersekutu, barulah Inggris giat membangun Malaya. Mulai dari jalan, pelabuhan, perkantoran, dan semua prasarana yang diperlukan untuk menjadi sebuah kota. Bahkan sampai ke urusan pendidikan pun Inggris terlibat, dengan mendirikan sekolah. Bukan cuma perlengkapan-perlengkapan umum seperti jalan raya, rel kereta, kantor pos, dan kantor polisi yang dibuat, tapi juga masjid raya. Di zaman inilah dibuatnya kota-kota termahsyur yang tetap hidup sampai sekarang, seperti Ipoh dan Johor Bahru. Inggris mengeluarkan banyak modal untuk membangun semua ini, termasuk teknologi. Bidang yang tak dikuasai orang Melayu di Malaya. Dengan ini Inggris mengenalkan Malaya kepada perdagangan internasional, timah dan karet adalah dua dagangan utama Inggris pada saat itu. Inggris membuat Malaya menjadi wilayah yang bernilai tinggi. 

Berakhirnya perang dunia kedua, membuat Inggris kembali ke Malaya. Karena tak adanya orang seperti Otto von Bismarck di kalangan orang Melayu di Malaya, maka dengan penuh kerelaan, Inggris menyatukan wilayah-wilayahnya di Malaya menjadi satu negara baru, dengan nama Malayan Union. Setelah Inggris berjaya memaksa Sultan Johor menyerahkan wilayah kesultanannya untuk digabungkan ke Malaya. Tapi negara baru ini ditentang semua orang Melayu lewat partai UMNO. Singkat cerita, pada tahun 1957 didapatlah kedaulatan yang dikehendaki orang Melayu, dengan nama FEDERASI MALAYA. Yang diresmikan dengan proklamasi yang megah di ibukota negara. Lewat pemilihan umum yang demokratis, UMNO terpilih sebagai pemerintah Malaya dan Tengku Abdurrahman dipilih sebagai perdana menteri Malaya pertama. Tengku adalah ketua perunding Malaya di London. 

Sangking baiknya Inggris kepada Malaya, karena kecenderungan dunia pada saat itu adalah pemerdekaan wilayah-wilayah jajahan, maka digabungkanlah Singapura, Sarawak, dan Sabah ke Malaya pada tahun 1963. Tiga wilayah ini didapat orang Melayu di Malaya tanpa berperang, alias gratis. Karena penentangan Indonesia kepada penggabungan tiga wilayah Inggris ini, maka Indonesia menyerang Malaya. Lewat agenda politik yang dikenal dengan nama ''Ganyang Malaysia''. Inggris yang karena kepeduliannya dengan bayi yang pernah dibesarkannya selama bertahun-tahun, mengajak keponakan-keponakannya di Asia, Australia dan New Zeland, untuk menyelamatkan Malaya. Akhirnya INDONESIA KALAH. Setelah perang selesai dan presiden Indonesia diganti, dimulailah babak baru negara Malaya. Yang wilayahnya dua kali lipat lebih luas daripada wilayah aslinya.

Orang-orang Inggris, seberwarna apa pun masa lalu mereka di Malaya, tetaplah suku yang sudah sangat berjasa kepada orang Melayu. Dengan semua kemajuan mereka, membawa orang Melayu ke tahap kehidupan yang lebih tinggi. Orang Melayu diajarkan membaca, dididik menjadi dokter, dianjurkan memakai sepatu, diajak mengenal bank, bahkan sampai dibuatkan negara. Andai dulu orang Inggris tak pernah mendirikan Malaya, sampai hari ini Malaya hanyalah kumpulan perkampungan dan hutan belantara. Dan andai Inggris dulu tak mau melepaskan kekuasaannya di Malaya, sampai hari ini Inggris tetap berkuasa penuh. Oleh sebab itu sudah sewajarnya orang Melayu di Malaya sering-sering mengingat semua kebaikan Inggris di masa lalu. Pada hari ini orang Melayu di Malaya adalah pribumi yang paling beruntung kehidupannya di Asia Tenggara.

-----

Penulis adalah pendiri clan Al Gafar. Menyiram bunga adalah pekerjaan rumah kegemarannya. Tinggal di Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :