Pekerja Ditemukan Tewas Bersimpuh, Sebelumnya Sempat Chat Ingin Bayar Kos Rp500 Ribu
Personel Reskrim Polsek Batam Kota Memasang Garis Polisi di Kamar Kos Korban, Kamis (06/11/2025). (foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Dengan suara yang pelan dan hati yang berat, seorang pemilik kos di Perumahan Greenland, Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, membuka cerita tentang penghuninya yang bernama inisial YG.
“Tadi siang,” ujarnya, “dia masih sempat mengirim pesan untuk membayar uang kamar sebesar lima ratus ribu rupiah.”
Tak lama setelah pesan itu, kamar kos itu menjadi tempat peristirahatan terakhir YG.
Pada Kamis, 6 November 2025, sekitar pukul lima sore, kehidupan YG berakhir. Ia ditemukan tanpa nyawa, lehernya terikat pada seutas tali hitam yang menggantung di kusen pintu kamarnya.
Baca juga: Sidang Penganiayaan ART di Batam Tertunda Berjam-jam, Simpatisan Mengamuk di Pengadilan
YG meninggalkan sejumlah tanda tanya bagi mereka yang mengenalnya.
Rostia, sesama penghuni kos, adalah orang yang pertama menemukannya. “Saya lewat depan kamarnya sekitar jam empat sore, pintunya masih tertutup,” kenang Rostia.
“Saat saya kembali satu jam kemudian, pintu sudah terbuka, dan saya melihatnya tergantung di sana.”
Suasana hening kamar kos itu tiba-tiba berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi.
Dari keterangan kerabat dekat, YG disebut telah tidak berkomunikasi dengan orang tuanya selama tiga bulan terakhir. Kekhawatiran keluarga mendorong mereka menghubungi rekan YG di Batam.
Ternyata, YG dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bercerita tentang kehidupannya.
Pemilik kos, Zuna, menggambarkan kebiasaan YG sepulang kerja. “Dia biasanya duduk di depan kamar sambil bermain gitar,” ujarnya.
Namun, Kamis siang itu, percakapan terakhir mereka hanya tentang sewa kamar—sebelum segalanya berubah.
Baca juga: Singapura Terapkan Hukuman Cambuk, Tiru Aceh?
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, mengonfirmasi peristiwa ini. Timnya bersama Inafis Polresta Barelang segera melakukan olah TKP.
Jasad YG kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kini, semua pertanyaan dan duka diserahkan pada proses hukum yang berjalan.

Komentar Via Facebook :