Modus Baru Penipuan BCA, Warga Batam Rp1 Juta Raib
Modus baru penipu (ilustrasi: batamnews)
Batamnews, Batam — Seorang warga Batam menjadi korban penipuan online yang mengatasnamakan layanan Halo BCA. Modusnya tampak meyakinkan karena pelaku memanfaatkan hasil pencarian Google untuk menipu korban.
Kepada Batamnews, korban yang enggan disebutkan namanya menceritakan, kejadian bermula saat ia mencari kontak call center BCA melalui Google karena ingin menanyakan dana yang tertahan di iklan Facebook.
“Aku cari di Google, muncul nomor yang katanya Halo BCA. Karena buru-buru dan sambil kerja, aku langsung hubungi nomor itu lewat WhatsApp,” ujarnya.
Pelaku kemudian meminta nomor kartu ATM dan mengarahkan korban untuk login ke aplikasi mobile banking dengan dalih membantu proses pengecekan.
“Dia langsung minta nomor kartu, bilang mau bantu cek. Aku kasih karena kupikir itu resmi,” katanya.
Beberapa saat kemudian, korban mendapati saldo rekeningnya berkurang sekitar Rp1 juta tanpa sadar.
“Tiba-tiba aku cek saldo, langsung berkurang satu juta. Baru sadar kalau itu penipuan,” ungkapnya.
Berdasarkan tangkapan layar, nomor yang digunakan pelaku sama seperti yang muncul di hasil pencarian Google, yakni 0813-4152-1288, yang terlihat seolah-olah merupakan nomor resmi Halo BCA. Padahal, pihak BCA hanya memiliki nomor WhatsApp resmi 0811-1500-998 dan nomor telepon 1500888.
Korban menduga pelaku telah mengalihkan akses akun mobile banking dan melakukan transaksi ke akun GoPay miliknya.
“Kayaknya dia set pembayaran ke GoPay dia. Soalnya ada OTP dari BCA, terus uangku hilang,” jelas korban.
Setelah menyadari hal tersebut, korban segera memblokir akses dan melapor ke pihak bank.
Peringatan untuk Masyarakat
Kasus ini menambah daftar panjang modus penipuan yang memanfaatkan hasil pencarian palsu di internet. Pihak BCA sebelumnya sudah mengimbau nasabah untuk tidak mencari nomor layanan melalui Google, tetapi langsung lewat situs resmi www.bca.co.id
atau akun media sosial resmi @GoodLifeBCA.
Warga diimbau untuk tidak pernah membagikan nomor kartu, PIN, OTP, atau password mobile banking kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Komentar Via Facebook :