Bea Cukai Batam Awasi 367 Kontainer Diduga Bermuatan Limbah dari AS, 144 Unit Milik PT Esun
Zaky Firmansyah Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Ratusan kontainer yang berisi material limbah dari Amerika Serikat masih dalam pengawasan Kantor Bea Cukai dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hingga saat ini tercatat sebanyak 367 kontainer berada di Pelabuhan Batuampar dan angka tersebut kemungkinan akan terus bertambah.
Hal itu disampaikan Kepala Bea dan Cukai Batam Zaky Firmansyah. Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan KLHK dan melakukan investigasi terhadap kontainer yang saat ini berada dalam pengawasan mencapai 367 unit.
"Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah, sebanyak 600 kontainer yang akan masuk ke Batam," kata Zaky, Rabu (5/11/2025) sore.
Sisa kontainer tersebut, sambung Zaky, masih dalam perjalanan laut dari Amerika Serikat menuju Batam. Berdasarkan data, 367 kontainer yang sudah masuk ke Batam dokumennya milik tiga perusahaan yaitu PT Logam Internasional Jaya, PT Esun Internasional Utama Indonesia, dan PT Batam Battery Recycle Industry.
"PT Esun menjadi pihak dengan jumlah kontainer terbanyak, yakni 144 unit, yang kini tengah dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Zaky menambahkan, hingga saat ini belum ada satu pun kontainer yang direekspor. Proses reekspor merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pihak perusahaan, termasuk dalam penyiapan dokumen serta pemesanan kapal.
“Untuk reekspor itu tanggung jawab perusahaan, bukan pemerintah. Kami menunggu kelengkapan administrasinya,” katanya.
Langkah penindakan Bea Cukai ini dilakukan, sambung Zaky, setelah menerima informasi dari pemerintah Amerika Serikat melalui KLHK, yang menyebut adanya indikasi kandungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam pengiriman tersebut.
"Laporan ini kemudian membuka pemeriksaan ulang, terhadap seluruh kontainer yang sebelumnya telah mengantongi rekomendasi impor sesuai prosedur," katanya.
Pemeriksaan fisik kontainer, diakui Zaky, hingga kini dilakukan secara bertahap bersama tim KLHK. Sebagian kontainer telah dibuka dan diverifikasi, sementara sisanya masih menunggu giliran.
"Pengawasan di lapangan kini diperketat agar tidak ada satu pun barang yang lolos dari pemeriksaan, kami pertajam pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Komentar Via Facebook :