Demo Buruh PT ASL Shipyard, 3.000 Pekerja Outsourcing Diusulkan Jadi Karyawan
Suasana Buruh Saat Melakukan Aksi Didepan HRD PT ASL Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews - Dengan suara lantang, ratusan buruh dari Koalisi Rakyat Batam (KRB) memadati pintu masuk PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau sejak pagi.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Mereka menuntut perbaikan serius terhadap keselamatan kerja (HSE) setelah dua ledakan mematikan terjadi di perusahaan itu.
Di lokasi, para pekerja menyampaikan sederet tuntutan. Mulai dari kondisi HSE yang dianggap tidak memadai, upah rendah, hingga status kerja mayoritas karyawan yang hanya sebagai pekerja outsourcing. Mereka juga menyoroti ketidakhadiran direktur perusahaan di lokasi.
Baca juga: Rentetan Insiden Maut Picu Aksi Buruh PT ASL Shipyard Batam Tuntut K3 dan Hapus Outsourcing
Suprapto, sang orator yang juga Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, tak ragu menyampaikan kritik pedas. Ia menegaskan bahwa kecelakaan kerja di PT ASL terjadi hampir setiap bulan.
"Baru saja ada empat korban jiwa, kini bertambah 13 nyawa melayang. Ini bukti nyata keselamatan pekerja diabaikan," ujarnya.
Ia mendesak manajemen mengambil langkah nyata. Selain mencegah terulangnya kecelakaan, perusahaan harus mengangkat 3.000 karyawan outsourcing menjadi karyawan tetap PT ASL.
"Pekerja outsourcing sangat dirugikan. Upah mereka hanya Rp22.000 per jam. Jika dihitung sebulan, hasilnya bahkan tidak mencapai Upah Minimum Kota (UMK) Batam," tegas Suprapto.
Tak hanya itu, Suprapto juga menuding manajemen menyebut ledakan terjadi di Water Balancing kepada OJK.
Padahal, menurutnya, ledakan sesungguhnya terjadi di dalam tangki kapal. "Kami yakin kebohongan ini dilakukan untuk klaim asuransi," tambahnya.
Menanggapi tuntutan ini, General Manager PT ASL Shipyard, Audrie Kosasih, langsung menemui para demonstran.
Didampingi perwakilan kepolisian, akhirnya tercapai kesepakatan. PT ASL berjanji meningkatkan standar HSE dan mengangkat sekitar 3.000 karyawan outsourcing akan dialihkan sesuai dengan aturan dan syarat yang berlaku.
Kesepakatan ini akan direalisasikan melalui proses yang berlaku. Jika janji ini diingkari, para buruh mengancam akan turun kembali dengan jumlah yang lebih besar—belasan ribu buruh siap menuntut PT ASL Shipyard.
Komentar Via Facebook :