Rentetan Insiden Maut Picu Aksi Buruh PT ASL Shipyard Batam Tuntut K3 dan Hapus Outsourcing

Rentetan Insiden Maut Picu Aksi Buruh PT ASL Shipyard Batam Tuntut K3 dan Hapus Outsourcing

Ratusan Buruh Yang Tergabung Dalam Koalisi Rakyat Batam Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Galangan Kapal PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Rabu (22/10/2025). (foto. batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Dengan suara lantang dan langkah tegas, ratusan buruh dari Koalisi Rakyat Batam mendatangi PT ASL Shipyard di Tanjuguncang, Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 22 Oktober 2025 pagi. 

Aksi yang diawasi ketat oleh aparat kepolisian ini bukanlah unjuk rasa tanpa sebab. Ini adalah ledakan kekecewaan setelah sekian lama hak-hak dasar mereka terabaikan.

Yapet Ramon, Ketua Koalisi Rakyat Batam, dengan tegas menyampaikan tuntutan massa. Intinya sederhana: minta hak mereka dipenuhi. 

"Kami menuntut upah yang sesuai dengan Upah Minimum Kota, THR satu bulan gaji, dan jaminan sosial BPJS yang lancar tanpa potongan," serunya di hadapan para buruh.

Baca juga: Buruh Batam Gelar Aksi Soroti Keselamatan Kerja dan Tuntut Hapus Sistem Outsourcing, Polresta Barelang Siaga Ratusan Personel

Masalahnya tak cuma soal uang. Keselamatan kerja pun dinilai diabaikan. Yapet menyoroti kewajiban perusahaan untuk menyediakan Alat Pelindung Diri (APD). 

"Saat ini, buruh masih harus mengeluarkan kocek sendiri untuk beli APD. Ini jelas melanggar aturan," tegasnya.

Sistem kerja outsourcing juga jadi sasaran protes. Sistem ini, menurut mereka, menjadi akar masalah. 

"Karena sistem ini, upah jadi di bawah standar, APD tidak disediakan, dan THR tidak dibayar lunas. Kami minta semua pekerja outsourcing diangkat sebagai karyawan tetap," tambah Yapet.

Namun, yang paling menyayat adalah sorotan mereka pada rentetan insiden maut di tempat mereka bekerja. Dalam setahun terakhir, nyawa telah berguguran. 

"Sudah tiga kali kecelakaan kerja fatal terjadi sejak Juni hingga Oktober ini. Semuanya berakhir dengan kematian. Pimpinan perusahaan harus bertanggung jawab penuh, bukan cuma menyalahkan petugas safety," tutur Yapet dengan nada prihatin.

Aksi Tak Berhenti di Sini

Aksi ini baru permulaan. Berdasarkan pemberitahuan yang beredar, rencana mereka sudah terjadwal rapi. 

Pada Kamis, 23 Oktober 2025, mereka akan bergerak ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri. Esoknya, Jumat, 24 Oktober 2025, giliran Kantor Pemerintah Kota Batam yang akan mereka datangi.

Baca juga: Ribuan Buruh Batam Geruduk PT ASL & Disnaker, Tuntut Hapus Outsourcing dan K3

Dalam aksi panjang nanti, mereka membawa tiga tuntutan inti:

  1.  Hapuskan sistem outsourcing.
  2.  Tegakkan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  3.  Wujudkan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Batam.

Dengan membawa spanduk tuntutan dan bendera serikat, aksi mereka akan diisi dengan long march, orasi, dan konvoi. Suara mereka ingin didengar, tuntutan mereka minta dipenuhi. Perjuangan untuk hak dan keselamatan kerja masih panjang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :