Buruh Batam Gelar Aksi Soroti Keselamatan Kerja dan Tuntut Hapus Sistem Outsourcing, Polresta Barelang Siaga Ratusan Personel

Buruh Batam Gelar Aksi Soroti Keselamatan Kerja dan Tuntut Hapus Sistem Outsourcing, Polresta Barelang Siaga Ratusan Personel

Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran selama tiga hari di tiga lokasi berbeda. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran selama tiga hari di tiga lokasi berbeda. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan para buruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai merugikan mereka, serta menyoroti kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard Batam yang menewaskan belasan pekerja dan melukai puluhan lainnya.

Dalam surat izin unjuk rasa yang telah disetujui oleh Polresta Barelang, disebutkan bahwa ribuan buruh Batam akan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Rencananya, aksi tidak berhenti di situ. Pada Kamis, 23 Oktober 2025, massa akan melanjutkan demonstrasi ke Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Kepulauan Riau. Keesokan harinya, Jumat, 24 Oktober 2025, giliran Kantor Pemerintah Kota Batam yang akan menjadi tujuan unjuk rasa.

Rencana aksi tersebut disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan yang diterima Batamnews.co.id pada Selasa (21/10/2025). Dalam surat itu, Koalisi Rakyat Batam menegaskan bahwa aksi mereka merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum secara damai, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Ada tiga tuntutan utama yang menjadi fokus dalam aksi ini: penghapusan sistem outsourcing, penegakan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta perwujudan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Batam.

Dalam aksinya nanti, massa akan melakukan konvoi, long march, dan orasi di titik-titik strategis. Mereka juga akan melengkapi diri dengan mobil komando, sound system, seragam organisasi, bendera, serta spanduk berisi tuntutan.

Menanggapi rencana aksi ini, Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin memastikan jajarannya akan menyiapkan pengamanan ketat di seluruh titik aksi. “Kita akan kerahkan 100 personil selama aksi unjuk rasa,” ujar Zaenal, Rabu (22/10/2025) pagi.

Kapolres menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi, namun harus dilakukan dengan tertib dan sesuai aturan. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas jika ada oknum yang bertindak anarkis.

“Kita akan mendampingi mereka selama aksi, agar kegiatan berlangsung tertib dan kondusif,” katanya.

Aksi KRB ini diperkirakan akan melibatkan berbagai elemen buruh dari sejumlah sektor industri di Batam. Selain menyoroti isu ketenagakerjaan, mereka juga menuntut perhatian pemerintah terhadap sistem perlindungan pekerja dan penegakan standar keselamatan kerja, terutama setelah tragedi di PT ASL Shipyard yang menewaskan banyak korban.

Dengan tuntutan yang menyentuh langsung kehidupan para pekerja, aksi tiga hari ini diprediksi menjadi salah satu gerakan buruh terbesar di Batam tahun ini, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dan aparat dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :