KSOP Batam Dorong Budaya Keselamatan Laut, Serahkan SKK hingga Life Jacket untuk Masyarakat Pesisir Sagulung
Kepala KSOP Batam Takwim Masuku dan Ketua Komisi III DPRD Kota Batam H Rudi saat berfoto bersama nelayan yang baru saja mendapatkan Life Jacket di Aula Kantor Camat Sagulung, Selasa (21/10) siang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Kantor Camat Sagulung, Selasa (21/10). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan di laut, bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha pelayaran.
Dalam kegiatan bertema “Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama”, KSOP Batam menyerahkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 dan 60 mil, E-Pass Kecil, serta puluhan life jacket kepada para nahkoda, pemilik kapal, nelayan, dan masyarakat pesisir. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh KSOP Batam Takwim Masuku, disaksikan Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Rudi, Kepala KPLP Tanjung Uban Sugeng Riyono, Camat Sagulung Jamil, serta sejumlah lurah dan perwakilan Dinas Perikanan.
Kabid Kelaiklautan Kapal KSOP Batam, Hendra Sucipto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan undang-undang tentang pelayaran yang mewajibkan pemerintah memberikan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran serta kepemilikan dokumen kapal yang memadai,” jelasnya.
Hendra menambahkan, kampanye ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka terdiri dari nahkoda, pemilik kapal, pengusaha pelayaran, dan nelayan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi budaya keselamatan (safety culture) di masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Rudi, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah KSOP Batam. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat kecil. “Kami bangga KSOP Batam melalui program ini bisa langsung menyentuh masyarakat pesisir. Pembagian life jacket dan dokumen kapal sangat bermanfaat bagi nelayan dan pengguna kapal pancung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Batam Takwim Masuku menegaskan bahwa keselamatan pelayaran akan terus menjadi prioritas. Ia menyebutkan rencana pembangunan station life jacket di kawasan Sagulung dan Pulau Buluh. “Seperti di Sekupang dan Belakang Padang, nantinya penumpang bisa meminjam life jacket sebelum menyebrang. Sistemnya pinjam pakai, dikontrol bersama Dinas Perhubungan dan asosiasi kapal pancung,” jelasnya.
Takwim juga menambahkan, sistem tersebut akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan diri. “Risiko di laut sangat tinggi, jadi harus dimulai dari kesadaran. Kami siap berkoordinasi dengan Komisi III dan pemerintah daerah untuk memastikan alat keselamatan tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan berbagai perusahaan yang telah menyalurkan dana CSR untuk mendukung keselamatan pelayaran. “Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa kesejahteraan masyarakat salah satunya diwujudkan melalui jaminan keselamatan saat berlayar,” katanya.
Dalam kegiatan ini, KSOP Batam juga membagikan 90 E-Pass Kecil dan 75 life jacket kepada masyarakat. Takwim menjelaskan bahwa SKK 30 & 60 Mil dan E-Pass Kecil memiliki fungsi seperti surat izin dan BPKB bagi kendaraan darat.
“Kami berharap masyarakat pesisir segera melaporkan jika memiliki kapal yang belum tersertifikasi agar dapat kami bantu. Keselamatan di laut adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Komentar Via Facebook :