Kekerasan Seksual: Luka yang Tak Akan Dilupakan

Kekerasan Seksual: Luka yang Tak Akan Dilupakan

Ilustrasi. (Foto: dok.posmetromedan)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Nur Syahirah Zahara

Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang paling menyakitkan, karena bukan hanya melukai fisik korban, tetapi juga menghancurkan harga diri dan mental mereka. Sayangnya, kasus kekerasan seksual di Indonesia masih sering terjadi, bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Banyak orang masih menganggap sepele, padahal dampaknya besar banget buat korban. Nggak cuma bikin trauma, tapi juga bisa ngancurin kepercayaan diri dan masa depan seseorang. Yang lebih parah, dan sering kali korban malah disalahin — dibilang “pasti salah dia”, “pasti bajunya begitu”, padahal jelas-jelas yang salah itu pelaku. Salah satu contoh kasus yang sempat mengguncang publik adalah kasus pemerkosaan di Bandung tahun 2022, di mana seorang guru pesantren melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah santrinya. Kasus ini memperlihatkan bagaimana pelaku memanfaatkan posisi dan kekuasaan untuk menekan korban. Akibatnya, para korban tidak hanya mengalami trauma psikologis yang mendalam, tetapi juga kehilangan masa depan dan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.

Masalah kekerasan seksual tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Fenomena pelecehan seksual online — seperti penyebaran foto tanpa izin atau ancaman seksual di media sosial — menjadi bentuk baru kekerasan yang sulit dikendalikan. Sayangnya, banyak masyarakat yang masih menganggap hal ini sepele, padahal dampaknya sama beratnya dengan kekerasan fisik.

Kita harus ubah cara pikir kayak gitu. Korban itu butuh dukungan, bukan hujatan. Harusnya kita berani bantu, bukan malah diam aja. Pemerintah juga tegas, jangan sampai kasus kekerasan seksual dibiarkan begitu aja tanpa keadilan.

Mulai dari hal kecil, kita semua bisa berperan. Belajar buat saling menghormati, jaga sikap dan ucapan, dan jangan anggap bercandaan seksual itu lucu. Karena kekerasan seksual bukan cuma urusan korban — ini tanggung jawab kita semua buat lawan bareng-bareng.

Kesimpulannya, kekerasan seksual adalah kejahatan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Korban bukan hanya terluka secara fisik, tapi juga secara mental dan emosional. Banyak dari mereka yang akhirnya takut untuk berbicara karena stigma dan rasa malu. Padahal, diam justru membuat pelaku semakin berani.

Kita semua punya peran untuk mencegah kekerasan seksual — mulai dari saling menghormati, berani membela korban, hingga mendukung penegakan hukum yang adil. Kalau setiap orang sadar dan peduli, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, di mana tidak ada lagi yang harus hidup dalam ketakutan atau trauma karena kekerasan seksual.

-----------

Penulis adalah mahasiswi prodi kajian film, televisi dan media di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :