24 Tahun Kota Tanjungpinang: `Menyusul Atau Tertinggal`

24 Tahun Kota Tanjungpinang: `Menyusul Atau Tertinggal`

Gedung Gonggong, salah satu ikon Kota Tanjungpinang. (Foto: dok.Muhamad Fachri)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Muhamad Fachri Afrizan

Saya ingin menyampaikan pandangan tentang lambatnya perkembangan yang terjadi di kota Tanjungpinang.

Sudah 24 tahun Tanjungpinang sebagai kota otonom, tetapi realitasnya kemajuan sosial dan ekonomi kota Tanjungpinang malah hampir tidak menampakkan kemajuan sama sekali. Perkembangan infrastruktur yang lambat, dan peluang kerja yang sedikit bagi generasi muda sekarang.

Bukannya menjadi cerminan kemajuan dan kebanggaan melayu di Kepulauan Riau, Tanjungpinang kini menghadapi kondisi yang patut disesalkan, angka penduduk yang semakin bertambah, namun ketersediaan lapangan kerja sangat tidak menutup jumlah yang terus meningkat ini. Dampaknya banyak masyarakat yang menganggur dan tingkat kemiskinan yang meningkat. Sangat ironi hal seperti ini terjadi di pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.

Kondisi kota Tanjungpinang yang seperti ini sangat tertinggal dengan kota Batam yang ada di seberangnya yang sudah sangat maju, sebenarnya ketertinggalan kota Tanjungpinang dibanding kota Batam sudah tidak mengejutkan, karena kota Batam yang diberikan keistimewaan fiskal oleh negara yang mampu menarik perhatian para investor, berbeda dengan Tanjungpinang yang harus menggunakan sumber daya sendiri.

Menurut saya alasan mengapa Tanjungpinang lebih tertinggal dari kota Batam, karena kota Tanjungpinang selalu dibayangi oleh kota Batam yang lebih maju, yang membuat kota Tanjungpinang seolah hanyalah pusat pemerintahan Provinsi saja.

Padahal faktanya potensi pariwisata, budaya, ekonomi, kreatif dan sektor jasanya mampu menyusul ketertinggalan jika dikelola dengan sangat serius.

Penutup

Saya harap kedepannya Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat lebih berfokus pada pembangunan sektor-sektor yang memiliki nilai tambah seperti industri kreatif, pariwisata berbasis budaya lokal, dan pengolahan hasil laut yang ada di kota gurindam yang tercinta ini, agar kota ini dapat berkembang sebagai pusat kreativitas dan maritim yang tangguh di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

--------------

Penulis adalah mahasiswa prodi kajian film, televisi dan media di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :