Dokter Singapura Habiskan Akhir Pekan dengan Sabu Selama 8 Tahun, Karena Tekanan Biseksual dan Sulit Bicara
Changi General Hospital (CGH), Singapura.
Singapura, Batamnews - Seorang dokter dari Changi General Hospital (CGH), Singapura, dicabut izin praktiknya setelah terbukti mengonsumsi metamfetamina setiap akhir pekan selama delapan tahun. Keputusan ini diambil oleh tribunal disiplin Dewan Medis Singapura (SMC).
Dr. Leong Kok Cheong Darren, yang telah berpraktik sejak 2006, mengaku menggunakan narkoba jenis itu setiap hari Sabtu. Ia berharap efek obat akan hilang pada Senin, sehingga ia bisa kembali bekerja.
Dr. Leong sebelumnya menjabat sebagai dokter senior di departemen olahraga dan kedokteran olahraga CGH, serta pernah menjadi Kepala Petugas Medis untuk Kontingen Singapura di Olimpiade Rio 2016.
Baca juga: Viral Tren "Maui Wowie" di Singapura, TikToker Gelantungan di Fasilitas Umum Ditegur LTA
Menurut pengacaranya, Dr. Leong menggunakan metamfetamina untuk menghadapi dua tekanan pribadi: tekanan sebagai seorang biseksual dan kondisi medis yang disebut vocal dystonia, yaitu gangguan pada kotak suara yang menyebabkan spasme.
Dikatakan bahwa obat itu membantunya mengatasi kondisi tersebut, terutama karena ia aktif bernyanyi di paduan suara gereja.
Pada Februari 2023, Dr. Leong ditangkap oleh Badan Narkotika Pusat (CNB) di rumahnya. Petugas menemukan 2,45 gram metamfetamina dan peralatan untuk mengonsumsi narkoba. Akibatnya, ia diwajibkan menjalani rehabilitasi dari Februari hingga Mei 2023.
Tribunal SMC menyoroti bahwa penggunaan narkoba jangka panjang telah memengaruhi kinerjanya. Meskipun tidak ada bukti pasien yang dirugikan, potensi risikonya tidak bisa diabaikan.
Dr. Leong sendiri mengakui bahwa pada 2019, ia mulai kesulitan menangani efek samping obat dan sering terlambat bekerja. Tribunal menekankan bahwa posisinya sebagai dokter senior memperberat pelanggaran ini.
Setelah penangkapan, Dr. Leong melaporkan kasusnya kepada SMC, berkooperasi penuh, dan mencari bantuan psikiatri. Ia juga kembali tinggal bersama orang tua dan mengadopsi gaya hidup lebih sehat.
Meski telah menunjukkan upaya perbaikan, tribunal memutuskan untuk mencabut statusnya sebagai dokter berregistrasi penuh.
Ia masih dapat mengajukan registrasi bersyarat di masa depan, dengan syarat menjalani pengawasan dan program rehabilitasi. Selain itu, Dr. Leong juga mendapat teguran, diwajibkan memberikan pernyataan tertulis kepada SMC, dan membayai biaya proses hukum.
Komentar Via Facebook :