Siswanto (47) Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Sempat Hilang Sebulan
Siswanto saat ditemukan tewas tergantung di kawasan Bukit Caramel atau Bumi Bismillah, Kamis (16/10) sore. Foto : Humas Polsek Galang
Batam, Batamnews - Kawasan Bukit Caramel, atau yang dikenal warga sebagai Bumi Bismillah di Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendadak gempar pada Kamis, 16 Oktober 2025 sore. Seorang pria ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di sebuah pohon.
Pria itu ternyata adalah Siswanto (47), warga Punggur Kaveling Lama, Nongsa, yang telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak sebulan lalu.
Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, mengonfirmasi bahwa laporan hilangnya Siswanto telah masuk ke Polsek Nongsa pada pertengahan September lalu.
"Saat melapor, keluarga menyebut korban terakhir terlihat akan pergi memancing sebelum kemudian hilang kontak," jelas Hendrizal.
Baca juga: Dapur MBG di Tiban Mas Indah Dikeluhkan, Warga: RT Lepas Tangan
Penemuan jasad ini berawal dari kewaspadaan seorang warga yang sedang memancing di sekitar lokasi. Warga itu merasa curiga dengan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah-hitam dengan plat BP 2922 PR yang terparkir lama di semak-semak.
Saat didekati, bau busuk yang menyengat langsung tercium. Pencarian lebih lanjut akhirnya menemukan jasad Siswanto tergantung di atas pohon.
Tim polisi yang datang bersama Inafis Polresta Barelang kemudian mengevakuasi jenazah dengan bantuan warga. Proses evakuasi dilaporkan sulit karena medan yang berupa semak belukar dan posisi jasad yang tinggi.
"Dari pemeriksaan awal, kondisi tubuh korban sudah membengkak dan membusuk. Diperkirakan beliau telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan," tambah Kapolsek.
Kecurigaan bahwa ini adalah jasad Siswanto semakin kuat. Plat nomor motor yang ditemukan di TKP ternyata sama persis dengan yang tercatat dalam laporan kehilangan.
Keluarga juga membenarkan bahwa Siswanto terakhir terlihat pada pagi hari tanggal 11 September 2025, saat berpamitan berangkat kerja. Namun, perusahaan tempatnya bekerja menyatakan Siswanto tidak pernah datang, dan ponselnya tidak aktif sejak pagi itu.
Setelah proses identifikasi, polisi memastikan bahwa jasad tersebut adalah Siswanto. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi.
"Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya, apakah murni bunuh diri atau ada unsur lain. Kami juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi penyelidikan," pungkas Hendrizal.

Komentar Via Facebook :