30 Ribu Warga Diperkirakan Hadir di Aksi Akbar Batam Bersama Palestina Jilid 5, Gubernur dan Wali Kota Turut Long March
Dukungan rakyat Kepulauan Riau untuk Palestina kembali menggema. Aksi akbar Batam Bersama Palestina (BBP) Jilid 5 siap digelar pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Dataran Engku Putri, Batam Center.
Batam, Batamnews — Dukungan rakyat Kepulauan Riau untuk Palestina kembali menggema. Aksi akbar Batam Bersama Palestina (BBP) Jilid 5 siap digelar pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Dataran Engku Putri, Batam Center. Kegiatan kemanusiaan ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 30 ribu peserta, termasuk Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang dijadwalkan turut berjalan kaki bersama masyarakat.
Aksi BBP Jilid 5 menjadi simbol nyata solidaritas masyarakat Batam terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Dukungan ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan warga Batam tidak pernah padam, bahkan terus tumbuh di tengah situasi global yang dinamis.
Ketua Panitia BBP Jilid 5, Ilyas Karta, menyebutkan bahwa seluruh persiapan acara sudah rampung dan seluruh elemen panitia bekerja maksimal demi kelancaran acara yang akan menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Batam.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa sebelum hari pelaksanaan, dana donasi yang terkumpul telah menembus Rp300 juta, hasil penggalangan dari jalanan, masjid, dan komunitas lokal,” ujarnya, Jumat (17/10/2025) pagi.
Donasi tersebut belum termasuk sumbangan di hari H. Panitia juga akan membuka lelang amal dan sunduk infak selama kegiatan berlangsung. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Manajemen Infaq (LMI) agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat Palestina.
Ketua Seksi Acara, Zaharudin Lubis, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai sejak dini hari, diawali dengan Shalat Subuh berjamaah di lapangan Engku Putri pukul 04.00 WIB, dilanjutkan dengan tausiyah, sarapan bersama, serta pembukaan bazar UMKM dan pameran budaya.
“Puncak kegiatan akan berlangsung pada pukul 07.00 WIB dengan Long March Solidaritas Palestina diikuti oleh ratusan komunitas, LSM, serta 117 organisasi masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan jalan kaki, panggung utama juga akan menampilkan penampilan artis nasional Rizal Armada, serta sejumlah grup nasyid dan pagelaran seni budaya daerah.
“Awalnya kami rencanakan festival band pada Jumat malam, namun diganti dengan pesta seni budaya agar lebih menggugah semangat kemanusiaan,” kata Zaharudin.
Meskipun saat ini terdapat gencatan senjata di Gaza, Ilyas menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina masih jauh dari selesai.
“Kami belum melihat kemerdekaan yang diakui dunia. Selama Palestina belum diakui sebagai negara berdaulat oleh PBB, maka perjuangan harus terus disuarakan,” ujarnya.
Gerakan Batam Bersama Palestina diharapkan tidak hanya menjadi bentuk dukungan sesaat, melainkan juga gerakan moral yang menginspirasi generasi muda untuk peduli terhadap isu kemanusiaan global. Melalui aksi ini, masyarakat Batam diajak untuk menanamkan nilai empati, solidaritas, dan cinta damai lintas bangsa.
Dengan semangat “Dari Batam untuk Palestina,” aksi ini menjadi simbol bahwa kepedulian tidak mengenal batas negara.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi panggilan nurani. Dari Batam, kita suarakan keadilan untuk Palestina,” tutupnya.
Komentar Via Facebook :