Penyelidikan Ledakan Federal II Terus Berlanjut, Polisi: Sembilan Saksi Sudah Diperiksa
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Bersama Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin dan Kasat Reskrim Kompol Debby Tri Andrestian Saat Meninjau Lokasi Ledakan Didalam PT ASL, Rabu (15/10) siang. (Foto: dok.Humas Polresta Barelang)
Batam, Batamnews – Pihak kepolisian dari Polresta Barelang dan Polda Kepri masih terus melakukan penyelidikan pasca peristiwa ledakan di kapal Federal II milik PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, yang menewaskan 11 pekerja outsourcing dan melukai belasan lainnya pada Rabu (15/10/2025) lalu. Hingga saat ini, jumlah saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik terus bertambah guna mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.
Menurut Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang melihat langsung peristiwa itu, termasuk keluarga korban yang telah membuat laporan.
“Sampai sekarang ada sembilan saksi yang sudah dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025) pagi.
Zaenal menjelaskan bahwa para saksi tersebut terdiri dari pihak perusahaan, pekerja yang berada di lokasi kejadian, serta keluarga korban. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Mabes Polri, dan kasus ini kini menjadi atensi khusus kepolisian.
“Kita masih terus melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi di lapangan, kapal Federal II sejatinya dijadwalkan untuk launching atau kembali berlayar pada 7 November mendatang. Namun, dengan adanya tragedi ini, jadwal tersebut dipastikan molor karena proses penyidikan yang diperkirakan akan memakan waktu lebih panjang.
Ledakan di kapal Federal II bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, kapal yang sama juga pernah meledak di area palka dan menewaskan beberapa pekerja. Dalam peristiwa kali ini, belasan pekerja tewas dan lainnya mengalami luka berat akibat luka bakar serta menghirup udara beracun saat ledakan terjadi.
Diberitakan sebelumnya, dentuman keras dari arah PT ASL Shipyard terdengar hingga ke kawasan permukiman sekitar, membuat warga sekitar panik. Tak lama kemudian, kobaran api besar dan kepulan asap hitam tebal tampak membumbung tinggi sekitar pukul 04.00 WIB.
“Saat kejadian kami kaget semua, saya kirain gempa bumi,” kata Yosa, Rabu (15/10) pagi.
Yosa menuturkan, suasana di dalam perusahaan kala itu sempat kacau. Api terus membesar dari dalam kapal Federal II yang sedang dikerjakan oleh puluhan pekerja yang tengah membersihkan tangki kapal.
“Informasinya ada dua orang yang meninggal dunia,” katanya.
Menurut Yosa, sejak kejadian hingga kini, sudah ada sekitar delapan orang yang dilarikan ke rumah sakit dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah, sebab proses pencarian masih berlangsung di area kapal yang terdampak ledakan.
“Korban kemungkinan bertambah, karena saat ini masih dalam pencarian dan yang dibawa ke rumah sakit kondisinya juga kritis,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard dalam beberapa bulan terakhir. Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan apakah ledakan di kapal Federal II ini murni kecelakaan kerja atau akibat kelalaian penerapan keselamatan kerja (K3).

Komentar Via Facebook :