Sidak Amsakar ke PT ASL Pasca Ledakan Kapal ke-2: "SOP Tidak Berjalan!"
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam dan anggota DPR RI saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT. ASL Shipyard Indonesia.
Batam, Batamnews - Ledakan kapal MT Federal II untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir mendorong Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT. ASL Shipyard Indonesia, Kamis, 16 Oktober 2025.
Insiden yang kembali memakan korban jiwa ini menyisakan pertanyaan serius tentang sistem keselamatan kerja di perusahaan yang berlokasi di Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
Amsakar didampingi Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Namun, fokus utamanya adalah menekankan evaluasi mendalam atas standar operasional prosedur (SOP) perusahaan yang dinilai gagal mencegah pengulangan insiden.
Baca juga: Eksekusi Rumah Mewah Rosedale Batam Batal, Polisi: "Jangan Benturkan Kami dengan Masyarakat"
"Kami ingin memastikan penanganan korban dilakukan secara baik. Yang juga penting, bagaimana sebenarnya tata kelola SOP yang dilakukan di perusahaan bapak, karena ini sudah kejadian yang kedua. Kalau berulang, berarti SOP tidak berjalan sebagaimana mestinya," tegas Amsakar di lokasi.
Ia menegaskan, pemerintah akan mengawal proses evaluasi dan meminta perusahaan bergerak cepat dalam melakukan perbaikan sistem. Komitmen nyata untuk menjamin keselamatan kerja, kata dia, harus segera dibuktikan.
Amsakar juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap subkontraktor. "Jangan sampai ada pihak yang bekerja tanpa pengawasan atau tanpa memenuhi standar keselamatan. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tambahnya.
Pernyataan serupa disampaikan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh untuk mengungkap akar masalah.
"Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi lagi. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama," ujarnya.
Sementara dari sisi penegakan hukum, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin, menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan, termasuk penurunan tim laboratorium forensik.
Baca juga: Polisi Periksa Enam Saksi Subkontraktor Terkait Ledakan Maut Kapal Federal II di PT ASL Batam
"Kami akan mendalami jika ada unsur kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia dan luka berat," jelas Zainal.
Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memantau proses penanganan pasca-kejadian dan memastikan hak-hak korban serta keluarga terpenuhi. Tekanan untuk perbaikan sistem keselamatan dan pencegahan insiden serupa menjadi poin utama yang tidak bisa ditawar.
Komentar Via Facebook :