Tangis Haru Iringi Keberangkatan Delapan Jenazah Korban Ledakan Kapal PT ASL dari Bandara Hang Nadim
Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis (16/10/2025), saat delapan jenazah korban kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing. (Foto: Tommy Purniawa/Batamnews)
Batam, Batamnews – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis (16/10/2025), saat delapan jenazah korban kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap menggunakan sejumlah maskapai penerbangan domestik, disaksikan keluarga korban dan perwakilan perusahaan.
Korban pertama yang diberangkatkan adalah Ramadan Rizki Nasution (19), warga asal Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Jenazah remaja yang lahir di Prancis itu diterbangkan pukul 10.20 WIB menggunakan pesawat menuju Bandara Silangit. Di kampung halaman, keluarga besar telah menunggu kedatangannya untuk prosesi pemakaman.
Jenazah berikutnya, Chandra Edisaputra Pasaribu (36) asal Sagulung, Batam, juga diterbangkan pada penerbangan yang sama menuju Silangit. Ia dikenal sebagai pekerja yang ulet dan menjadi tulang punggung keluarga. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi istri dan dua anak yang kini kehilangan sosok ayah penyayang.
Dari data yang diterima Batamnews.co.id, korban lain, Harbibulloh Siregar (20), asal Saba Hotang, Kabupaten Barumun Baru, diberangkatkan pukul 18.00 WIB dengan tujuan Pekanbaru. Sementara Krisman Simatupang (51), warga Batu Aji, Batam, diterbangkan pukul 13.20 WIB menuju Kualanamu, Medan.
Korban selanjutnya, Dimas Saputra (26) asal Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, merupakan tenaga subkontraktor dari PT Rotary Engineer. Jenazahnya dipulangkan melalui dua penerbangan, yakni Batik Air pukul 12.35 WIB dengan transit di Jakarta, lalu dilanjutkan pukul 15.35 WIB menuju Palembang.
Dua korban lainnya yang juga bekerja di bawah PT Rotary Engineer, yaitu Andi Haryono (28) asal Langkat dan Idris Sardi (35) asal Labuhan Batu, diterbangkan pukul 13.30 WIB menuju Kualanamu, Medan. Keduanya dikenal sebagai pekerja lapangan yang rajin, berdedikasi, dan selalu sigap dalam menjalankan tugas.
Sementara jenazah terakhir yang diberangkatkan hari itu adalah Anton (48), warga Sagulung, Batam, yang bekerja di bawah PT Satria Global Persada. Jenazahnya diterbangkan pukul 15.00 WIB menuju Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Karawang, Jawa Barat, untuk dimakamkan di kampung halaman.
Pemulangan delapan jenazah korban tragedi ledakan kapal Federal II ini menjadi momen penuh duka dan kesedihan bagi keluarga, rekan kerja, serta seluruh jajaran karyawan PT ASL Shipyard. Tangis keluarga pecah di ruang kargo bandara saat peti jenazah satu per satu dimasukkan ke pesawat, menandai kepergian para pekerja yang menjadi korban dalam insiden maut di galangan kapal terbesar di Batam tersebut.

Komentar Via Facebook :