Polisi Periksa Enam Saksi Subkontraktor Terkait Ledakan Maut Kapal Federal II di PT ASL Batam
Sejumlah Pekerja PT ASL Shipyard, Evakuasi Rekan Kerjanya yang Menjadi Korban Meledaknya Kapal Federal II di Galangan PT ASL, Batu Aji, Kota Batam. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews – Kepolisian Resor Kota Barelang terus melakukan penyelidikan mendalam atas insiden meledaknya kapal Federal II di galangan kapal PT ASL Shipyard, Batu Aji, Batam, yang menewaskan puluhan pekerja. Sejumlah pihak dari subkontraktor dan penanggung jawab lapangan kini telah diperiksa oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, membenarkan bahwa hingga saat ini penyidik telah memeriksa enam orang saksi terkait peristiwa tersebut.
"Iya benar, ada enam orang yang kita periksa atas insiden di PT ASL kemarin. Saksi-saksi yang diperiksa ini berasal dari subkon PT ASL," ujar Kompol Debby kepada Batamnews.co.id, Kamis (16/10/2025).
Menurut Debby, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk mengumpulkan keterangan awal dan memastikan kronologi kejadian secara detail. Hasil pemeriksaan ini nantinya akan dikembangkan berdasarkan temuan dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang tengah dilakukan tim Inafis Polresta Barelang.
"Saat ini masih tahap awal penyelidikan. Nanti akan terus dikembangkan. Jika dari hasil penyelidikan dan olah TKP ditemukan adanya unsur pidana, maka akan ditetapkan tersangka," tegasnya.
Sebelumnya, keluarga korban tragedi ledakan kapal Federal II telah melaporkan pihak perusahaan PT ASL Shipyard ke Mapolresta Barelang. Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk tuntutan pertanggungjawaban atas insiden maut yang menewaskan puluhan pekerja pada awal pekan ini.
"Iya benar, sudah ada keluarga korban yang membuat laporan atas peristiwa ini," ungkap Kompol Debby, Rabu (15/10/2025).
Setelah laporan diterima, polisi langsung melakukan pendalaman dengan melibatkan tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor). Sejumlah saksi dari pihak keluarga korban maupun perusahaan akan dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan.
"Setelah laporan terbit, kami akan memanggil saksi-saksi, baik dari korban maupun pihak PT ASL, untuk dimintai keterangan," jelasnya.
Debby juga mengungkapkan bahwa proses olah TKP sempat tertunda karena kondisi kapal masih sangat panas pasca-ledakan besar yang terjadi di ruang tangki kapal tersebut.
"Kami masih menunggu proses pendinginan kapal selesai. Kapal masih dalam kondisi panas, sehingga tim Inafis Polresta Barelang belum bisa melakukan olah TKP," ujarnya.
Ia menambahkan, tim Labfor Mabes Polri akan dilibatkan untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan kebakaran yang melanda kapal Federal II.
"Tim Labfor akan kami libatkan untuk pemeriksaan mendalam. Hasilnya nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan selesai," pungkasnya.
Diketahui, kapal Federal II mengalami ledakan hebat saat proses pengerjaan di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batu Aji, Batam. Ledakan tersebut menimbulkan kobaran api besar yang menewaskan dan melukai banyak pekerja. Tragedi ini kini menjadi perhatian publik dan pemerintah daerah, terutama terkait lemahnya pengawasan keselamatan kerja di industri galangan kapal.

Komentar Via Facebook :