Polisi Periksa Sejumlah Saksi Tragedi Ledakan Kapal Federal II, Delapan Jenazah Korban Dipulangkan ke Kampung Halaman

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Tragedi Ledakan Kapal Federal II, Delapan Jenazah Korban Dipulangkan ke Kampung Halaman

Proses Evaluasi Korban Saat Akan Diberangkatkan Didalam Ruang Cargo Bandara Hang Nadim, Kamis (16/10) siang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang terus mendalami penyelidikan terkait tragedi ledakan tangki Kapal Federal II di galangan kapal PT ASL Shipyard Batam yang menewaskan 10 orang pekerja. Sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa nahas itu terjadi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian, hingga saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Sebanyak enam orang saksi telah dimintai keterangan, yang terdiri dari perwakilan perusahaan, subkontraktor, dan keluarga korban.

"Kemungkinan hari ini akan ada penambahan saksi," kata Debby, Kamis (16/10) siang.

Selain memeriksa saksi, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Pekanbaru untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di atas kapal Federal II. Kapal tersebut kini telah dipasang garis polisi dan disterilkan untuk memastikan tidak ada pihak yang masuk ke lokasi ledakan sebelum proses investigasi selesai dilakukan.

"Hari ini kita akan melakukan olah TKP bersama Tim Labfor," ujarnya.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti Bandara Hang Nadim Batam pada Kamis siang, ketika delapan jenazah korban ledakan tiba di ruang kargo untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Jenazah-jenazah tersebut diberangkatkan menuju Medan, Pekanbaru, dan Palembang, sesuai permintaan keluarga korban.

Dua korban lainnya diketahui akan dimakamkan di Batam. Sebelum diberangkatkan, seluruh jenazah dibawa dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, tempat mereka sebelumnya menjalani proses identifikasi.

Pihak keluarga sebagian besar menolak autopsi, dan penolakan tersebut telah disetujui secara resmi melalui penandatanganan surat pernyataan sebelum proses pemulangan jenazah dilakukan.

Polresta Barelang menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut, termasuk menelusuri potensi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard. Sementara itu, kepulangan para korban ke kampung halaman menandai duka mendalam bagi keluarga besar para pekerja yang menjadi korban dalam tragedi maut ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :