Hotel Ternama Batal Jadi Tempat Gala Dinner Pro-Israel, Setelah Tuai Protes Warganet

Hotel Ternama Batal Jadi Tempat Gala Dinner Pro-Israel, Setelah Tuai Protes Warganet

The Fullerton Hotel Singapore. (Akun FB Hotel)

Nurjali

Singapura, Batamnews - Sebuah rencana perhelatan "Friends of Israel Annual Aliyah Gala Dinner" memicu gelombang kecaman di dunia maya. Acara itu disebut-sebut akan digelar di The Fullerton Hotel Singapura pada 18 November mendatang.

Awalnya, laman pendaftaran di situs resmi penyelenggara jelas mencantumkan hotel berbintang lima itu sebagai tempatnya. Di sana juga tersedia metode pembayaran yang hanya bisa diselesaikan melalui aplikasi perbankan Singapura. 

Namun, menjelang tengah hari pada 13 Oktober, keterangan tentang tempat itu tiba-tiba dihapus. Hingga kini, lokasi pastinya tidak diketahui.

Baca juga: Pannir Selvam, Warga Malaysia Terpidana Narkoba, Akan Jalani Hukuman Mati di Singapura

Yang tersisa di laman tersebut hanya tanggal dan waktu acara, serta cara bayar yang sama. Tidak ada lagi tempat yang disebut.

Gala dinner ini diorganisir oleh Keren Hayesod—sebuah organisasi penggalangan dana asal Israel yang terkait dengan pemerintah dan memiliki kantor di berbagai penjuru dunia, termasuk Asia.

Berdasarkan laman Facebook mereka, organisasi ini memang pernah beberapa kali menyelenggarakan acara di Singapura sebelum konflik Gaza meletus tahun 2023, bahkan sejak sedini 2010. Namun, rencana tahun ini menarik perhatian luas.

Pemilihan lokasinya dinilai tak sensitif, terlebih di tengah situasi memilukan yang masih berlangsung di Gaza. Sorotan kian menjadi setelah sebuah komisi penyelidikan PBB merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Banyak warganet menyuarakan kekecewaan. Mereka menganggap dengan menyediakan tempat, The Fullerton Hotel seolah mendukung aksi Israel di Gaza. Desakan untuk membatalkan acara pun bergema.

"Sekadar menjadi tuan rumah, The Fullerton Hotel sudah berisiko dianggap membenarkan atau mendukung kebijakan dan tindakan yang sedang disorot secara hukum internasional," tulis seorang pengguna Instagram.

Petisi daring juga beredar, mengumpulkan tanda tangan untuk menentang penyelenggaraan acara tersebut. Mereka menyebut keputusan hotel itu "tidak peka" dan "tidak dapat dibenarkan secara moral."

Ketika dilihat, laman ulasan Google The Fullerton Hotel dibanjiri nilai bintang satu dari sejumlah pengguna—tanpa disertai alasan yang jelas.

Dilansir dari media Singapurai, menanggapi hal tersebut, juru bicara The Fullerton Hotel memberikan penjelasan tegas. Mereka menyatakan bahwa acara tersebut tidak akan diadakan di hotel mereka, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh Keren Hayesod.

"Kami ingin tegaskan bahwa The Fullerton Hotel Singapura bukan sponsor, penyelenggara, maupun mitra dari Friends of Israel Annual Aliyah Gala Dinner yang akan datang," ujar juru bicara itu.

Baca juga: Singapura Kategorikan Vape Ilegal sebagai Narkoba, Ancam Hukuman Penjara

"Mereka juga menambahkan, "Kami tidak mendukung, mengadvokasi, atau mengambil posisi terkait pandangan atau tujuan dari penyelenggara independen maupun tamu mereka. Prioritas kami tetaplah menjaga lingkungan yang hormat, inklusif, dan aman bagi semua tamu, mitra, dan masyarakat."

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :