WFT, Pria Minahasa Pengaku 'Bjorka', Diciduk Polisi Usai Retas Data Jutaan Nasabah Bank
Tampang hacker yang ditangkap mengaku sebagai bjorka Indonesia.
Jakarta, Batamnews - Polisi mengungkap aksi seorang pria asal Minahasa, Sulawesi Utara, berinisial WFT (22), yang mengaku sebagai peretas "Bjorka" dan diduga meretas data 4,9 juta nasabah sebuah bank. Ternyata, pelaku telah aktif berselancar di dark web sejak tahun 2020.
Wakil Direktur Siber Direktorat Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menjelaskan bahwa WFT telah menjelajahi dark web selama beberapa tahun.
Untuk menghindari pelacakan, ia beberapa kali mengganti nama penggunanya, dari Bjorka menjadi SkyWave, Shint Hunter, dan terakhir Opposite6890 pada Agustus 2025.
Baca juga: Ditangkap dalam Hitungan Jam, Montir Sagulung Dicokok Polisi Usai Cabuli Anak 15 Tahun
Perubahan ini sengaja dilakukan untuk menyamarkan identitasnya, termasuk dengan menggunakan berbagai email dan nomor telepon agar sulit dilacak aparat.
Penangkapan WFT dilakukan di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, pada Selasa, 23 September 2025. Aksi ini terungkap setelah sebuah bank melaporkan adanya akses ilegal ke data nasabah. Pelaku menggunakan akun X @bjorkanesiaa untuk mengklaim telah meretas data jutaan nasabah.
Saat ini, WFT telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
AKBP Fian Yunus juga menyebutkan bahwa WFT diduga memperjualbelikan data ilegal di dark web, termasuk data institusi dalam dan luar negeri, perusahaan kesehatan, serta perusahaan swasta.
Baca juga: Warga Batam Diincar, Pegawai Kafe Disiram Air Keras Saat Mau Berangkat Kerja
Transaksi dilakukan menggunakan mata uang kripto, dengan nilai jual data mencapai puluhan juta rupiah per transaksi. Namun, jumlah pasti uang yang didapatkan pelaku masih dalam penyelidikan.
Komentar Via Facebook :