Krisis Air Bersih di Batu Merah-Tanjungsengkuang, Sekolah Terpaksa Pinjam Toilet Masjid
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) sulitnya akses air bersih bagi warga Kelurahan Batu Merah dan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batu Ampar.
Batam, Batamnews - Komisi III DPRD Kota Batam sekali lagi menggelar rapat pada Senin, 8 September 2025 siang. Agenda kali ini adalah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang membahas persoalan lama: sulitnya akses air bersih bagi warga Kelurahan Batu Merah dan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batu Ampar.
Ini bukan rapat pertama untuk masalah yang sama. Sudah beberapa kali pembahasan dilakukan, namun keluhan warga tetap belum tuntas. Aliran air yang sangat kecil dan sering mati total masih menjadi kenyataan pahit yang mereka hadapi setiap hari.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Muhammad Rudi, itu dihadiri oleh seluruh anggotanya.
Baca juga: Krisis Air di Sengkuang dan Batu Merah, Amsakar Achmad Ultimatum Air Batam Hilir
Tak hanya itu, rapat ini juga mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia hadir didampingi sejumlah pejabat BP Batam dan manajemen Air Batam Hilir (ABH).
Perwakilan warga, mulai dari ketua RW, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah juga hadir untuk menyampaikan suara mereka.
Di forum itu, warga kembali menyampaikan kesusahan mereka. Penyediaan tandon air di beberapa titik dinilai tidak efektif karena jumlahnya terbatas. Bantuan air lewat mobil tangki juga dianggap jadwalnya tidak jelas, sehingga malah menyulitkan warga.
“Air itu kebutuhan pokok, tapi sampai hari ini kami masih kesulitan. Tandon air yang dibangun di bagian atas, malah turun kembali ke tandon di bawah. Akibatnya, kami yang tinggal di atas bukit justru tidak kebagian,” ujar salah satu perwakilan warga.
Dampaknya tidak main-main. Masalah ini tidak hanya dirasakan oleh ribuan rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas umum. Puskesmas dan rumah ibadah terkena imbas. Yang memprihatinkan, SMAN 14 Batam yang memiliki hampir seribu siswa terpaksa meminjam toilet di masjid sekitar karena sekolah mereka kekurangan air.
Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan komitmennya untuk mencari solusi. Untuk jangka panjang, pemerintah bersama BP Batam sedang mempercepat pembangunan infrastruktur distribusi air.
“Kita targetkan masalah distribusi bisa teratasi pada pertengahan 2026,” janjinya.
Sementara menunggu infrastruktur selesai, langkah jangka pendek akan segera diambil. Amsakar menyebutkan akan menambah jumlah mobil tangki dan membuat jadwal distribusi yang lebih teratur untuk meringankan beban warga.
Ia meminta waktu dan pengertian dari masyarakat. Pembangunan yang sedang berlangsung, tegasnya, dirancang untuk menyelesaikan masalah secara tuntas dan berkelanjutan, bukan sekadar tempelan.
Baca juga: Ketua DPRD Batam Turun Langsung Temui Mahasiswa Demo Hak Kerja PT McDermott
Rapat yang berlangsung dinamis itu ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal masalah ini.
Komisi III DPRD Batam akan mendesak semua janji penanganan untuk direalisasikan. Amsakar juga berpesan, “Jika ada permasalahan, segera sampaikan untuk bisa dikoordinasikan langsung dengan pihak ABH dan BP Batam.”
Harapannya, perbincangan kali ini tidak berhenti di ruang rapat, tetapi benar-benar mengalirkan solusi hingga ke keran-keran air warga.

Komentar Via Facebook :