Krisis Air di Sengkuang dan Batu Merah, Amsakar Achmad Ultimatum Air Batam Hilir

Krisis Air di Sengkuang dan Batu Merah, Amsakar Achmad Ultimatum Air Batam Hilir

Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberikan ultimatum tegas kepada Air Batam Hilir (ABH) terkait penyelesaian krisis air bersih yang melanda Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberikan ultimatum tegas kepada Air Batam Hilir (ABH) terkait penyelesaian krisis air bersih yang melanda Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Ultimatum ini disampaikan setelah warga dari kedua kelurahan meluapkan kekesalan mereka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kepala BP Batam dan Komisi III DPRD Batam pada Senin (8/9/2025) di Kantor DPRD Batam.

Sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) di kedua kelurahan tersebut masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan suplai air bersih. Dampak krisis ini tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga layanan Puskesmas dan sekolah yang terancam akibat gangguan suplai air bersih. Warga Sengkuang, Ulil Amri, menyampaikan keluhannya bahwa ABH seharusnya tidak menunggu telepon dari warga baru bekerja untuk menyuplai air bersih.

"Saya mau BP Batam atau ABH ini menjadwalkan, sehingga warga tidak lagi menunggu atau menghubungi kalian untuk mengirimkan air bersih," ujarnya.

Situasi semakin memprihatinkan ketika Wakil Kepala Sekolah SMAN 14 Batam, Ria Dess Septi Mora, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 siswa dan guru di sekolahnya juga menjadi korban dari krisis suplai air bersih ini.

"Kami kesulitan, apalagi saat salat. Dengan suplai air yang dikirimkan tidak cukup dan hanya cukup hingga tiga jam. Anak-anak mau berwudhu juga sulit, bahkan mereka harus ke musala," keluhnya.

Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar mengajar dan ibadah di sekolah tersebut. Menanggapi keluhan warga, Amsakar dengan tegas memberikan peringatan agar ABH bisa bekerja lebih maksimal dalam menyelesaikan persoalan air di dua kelurahan di Kecamatan Batuampar tersebut.

"Persoalan air ini masuk dalam 15 program prioritas unggulan Amsakar-Li Claudia. Jadi saya tidak mau persoalan ini berlarut-larut," tegasnya.

Amsakar menekankan keseriusannya dalam menyelesaikan masalah ini dengan memberikan ancaman tegas kepada jajaran yang tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebagai solusi jangka pendek, BP Batam akan menambah atau meningkatkan pasokan suplai air bersih ke kedua kelurahan tersebut.

"Nanti ditambah ke sana suplai airnya. Sementara ini yang bisa kami berikan, sembari menunggu solusi jangka panjang yang Insya Allah akan diselesaikan di Juni 2026 mendatang," bebernya.

Untuk solusi jangka panjang, BP Batam telah mengajukan anggaran sekitar Rp2,7 triliun untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas pipa serta infrastruktur lainnya guna mendukung suplai air bersih di Kota Batam.

Target penyelesaian pembangunan fasilitas dan infrastruktur air bersih ditetapkan pada Juni 2026 mendatang. Amsakar memperingatkan dengan serius bahwa jika jajaran BP Batam tidak mampu menyelesaikan masalah ini sesuai target, maka dia akan mengambil tindakan tegas.

"Kalau bapak dan ibu ini tidak bisa menyelesaikan, maka saya yang akan menyelesaikan mereka (jajaran BP Batam) ini," tegasnya.

Ultimatum ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menyelesaikan krisis air bersih yang telah lama menjadi keluhan warga di kedua kelurahan tersebut

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :