Bulog Batam Gelontorkan Ratusan Ton Beras ke Karimun, Antisipasi Kelangkaan dan Jaga Harga
Perum Bulog Batam saat menjual beras murah di Karimun. Foto : IST
Batam, Batamnews – Untuk mengantisipasi kelangkaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga, Perum Bulog Batam mengirim ratusan ton beras ke Tanjung Balai Karimun sejak awal Agustus 2025.
Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira, mengatakan pengiriman ini merupakan respon cepat atas tingginya permintaan masyarakat di Karimun terhadap beras medium maupun premium.
“Ini kita lakukan untuk membantu masyarakat Karimun. Dengan adanya pengiriman ini, stok beras di Batam juga tetap aman,” ujar Guido, Rabu, 27 Agustus 2025 siang.
Baca juga: Video Hari-hari Terakhir Sondang Hutapea di Tiktok, Korban Kecelakaan Ditabrak Nissan GTR BP 77 KV
Guido menegaskan, ketersediaan beras di gudang Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Ia mengingatkan, wilayah kerja Bulog Batam mencakup dua daerah, yakni Kota Batam dan Kabupaten Karimun, sehingga pihaknya berkewajiban memastikan distribusi berjalan lancar.
Untuk beras premium, Bulog Batam telah mengirim 50 ton ke Karimun dan dalam waktu dekat akan menambah lagi 200 ton. Meski pengiriman premium ini bukan bagian dari penugasan Bulog, namun dilakukan melalui kerja sama dengan mitra resmi guna menjawab keluhan masyarakat.
“Sejak awal Agustus, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan beras di pasaran. Bahkan, stok yang sempat kita kirim beberapa waktu lalu langsung habis terserap di ritel maupun warung,” tambah Guido.
Selain menambah pasokan, upaya stabilisasi harga juga dilakukan lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan TNI-Polri, Disperindag, Dinas Pangan, dan sejumlah stakeholder lain. Dalam kegiatan ini, beras SPHP maupun premium dijual langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Baca juga: Lurah di Batam Mangkir Berhari-hari, Wali Kota Bentuk Timsus dan Siapkan Sanksi Tegas
Guido memastikan, masyarakat Batam maupun Karimun tidak perlu khawatir apalagi panik. “Stok beras di gudang cukup. Penyaluran akan terus berkelanjutan. Selain beras, Bulog juga menyiapkan kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, gula, dan telur untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi,” tegasnya.

Komentar Via Facebook :