Jalan Bintan Kota Lama Tanjungpinang hingga Pasar Raya Terendam, Warga: "34 Tahun Baru Lihat Banjir di Sini!"

Jalan Bintan Kota Lama Tanjungpinang hingga Pasar Raya Terendam, Warga: "34 Tahun Baru Lihat Banjir di Sini!"

Banjir merendam sejumlah ruas jalan di Jalan Merdeka dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Hujan deras yang mengguyur Tanjungpinang sejak pagi hingga siang hari ini menyebabkan banjir parah di sejumlah titik, termasuk kawasan kota lama seperti Jalan Bintan, Jalan Merdeka, hingga Pelantar KUD. 

Kejadian ini mengundang keheranan warga, mengingat lokasi tersebut jarang tergenang air bahkan saat hujan lebat sekalipun.  

Banjir mengakibatkan kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas warga, terutama para pedagang di pasar-pasar sekitar lokasi. Seorang warga yang telah tinggal di Tanjungpinang selama 34 tahun mengaku baru pertama kali menyaksikan banjir di Jalan Bintan.  

Baca juga: Terungkap! Mafia Pelabuhan Bintan yang Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

"Tiga puluh empat tahun tinggal di Tanjungpinang, baru kali ini liat banjir di Jalan Bintan," ujarnya, Jumat, 15 Agustus 2025.

Berdasarkan informasi yang diterima, genangan air juga terjadi di sekitar Jalan Merdeka dan Jalan Ir Sutami (Sukaberenang). Sebuah postingan dari anggota DPRD Kepri dapil Tanjungpinang menyebutkan bahwa air baru mulai surut sekitar pukul 07.55 WIB, namun arus lalu lintas masih macet panjang.  

Beberapa titik banjir yang dilaporkan meliputi:  

  • Pasar hingga Pelantar 2  
  • SPBU Sukaberenang hingga Pasaraya 21  
  • Jalan Merdeka dan sekitarnya  

Warga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara karena kondisi jalan yang masih tergenang dan licin.  

Banjir kali ini kembali mempertanyakan efektivitas proyek penanganan banjir yang telah digelontorkan dengan anggaran ratusan miliar rupiah. 

Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menjalankan sejumlah program, seperti pembangunan polder di Jalan Pemuda dan revitalisasi Pasar Baru, namun masalah banjir tetap berulang.  

Faktor penyumbatan saluran air oleh sampah dan drainase yang buruk masih menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan. Penanganan yang bersifat darurat tanpa solusi permanen membuat banjir seolah menjadi "langganan" tahunan.  

Baca juga: Gaji Tekor Bayar Utang Judol, Karyawan PT Saipem Beralih Jadi Jambret 5 Kali di Karimun!

Kejadian ini memicu kekecewaan warga, terutama para pedagang yang kerap merugi akibat terganggunya aktivitas perdagangan. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, bukan hanya sekadar proyek temporer.  

"Sudah berapa tahun anggaran dikucurkan, tapi banjir tetap datang. Kapan masalah ini benar-benar tuntas?" tanya seorang pedagang di Pasar Raya.  

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun dengan intensitas sedang, dan petugas terus berupaya menormalisasi kondisi jalan. Warga diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :