Penyekapan Keluarga Pengusaha di Binjai Berakhir Tragis

Ilustrasi. (foto:ist/net)


BATAMNEWS.CO.ID, Medan - Drama perampokan dan penyekapan yang dilakukan tujuh orang terhadap  Cahyadi alias Akuang (44) serta keluarganya di Kompleks Perumahan Taman Binjai Indah, Kota Binjai, Sumatera Utara, berujung penembakan.

Seorang pelaku, Pinem alias Joker (38) warga Jalan Seroja Raya Gang Seroja 7, Kelurahan Medan Denai, Kota Medan ditembak, karena melemparkan handphone kepada polisi yang ingin menangkapnya dan berusaha untuk melarikan diri.

Selain Joker, polisi juga menangkap perampok lainnya, Juan Sukandar (42) warga Jalan Seroja Raya Gang Seroja 7, Kelurahan Medan Denai, Tuntungan, Kota Medan di Simpang Selayang, Kabupaten Deliserdang.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Bambang Herianto SH mengatakan, saat merampok di rumah Cahyadi alias Akuang, pelaku berjumlah tujuh orang. Sebelum kejadian perampokan itu, enam orang pelaku sudah melakukan survei ke rumah pengusaha tersebut.

"Awalnya mereka enam orang (perampok) survei ke rumah korban. Saat hari kejadian, pelaku bertambah satu orang, yakni Juan Sukandar yang membawa mobil untuk mengantarkan para pelaku ke rumah korban," kata Bambang, Selasa (5/4/2016).

Juan Sukandar mengantarkan pelaku tepat di samping rumah korban. Usai melihat situasi perumahan sepi, pelaku masuk ke pekarangan rumah korban.

Para pelaku masuk dengan cara memanjat tembok rumah korban dan mencongkel jendela rumah, pakai linggis.

"Usai merusak jendela, pelaku juga merusak terali besi jendela dan kemudian masuk ke rumah melalui dapur rumah," katanya.

Para pelaku kemudian masuk dengan perlahan dan menuju kamar Akuang dan keluarga. Awalnya, para pelaku masuk ke dalam kamar yang ditempati mertua Akuang, Beni Sutanto (74).

Di dalam kamar itu, perampok langsung mengikat Beni dan suster pribadinya, Nidar (20) yang sedang tertidur pulas, menggunakan tali sepatu dan kain sprei yang dikoyak.

Berhasil melumpuhkan dua penghuni rumah, pelaku kemudian pergi ke kamar Akuang dan istrinya, Irawati. Namun, karena kamarnya terkunci, pelaku mencongkel pintu pakai linggis.

Setelah merusak pintu, pelaku langsung menyekap pasangan suami istri itu. Namun, karena Akuang meronta dan melawan, para perampok langsung memukuli korban dan mengancam akan membunuh korban, apabila melawan.

Akuang yang tidak berdaya melawan, pasrah mulutnya disumpal dan matanya ditutup menggunakan kain. Tangan dan kaki Akuang dan istrinya diikat pelaku.

"Agar korban tidak bisa bergerak, dua pelaku pun ikut menjaga korban. Sementara dua pelaku lainnya, menjarah isi kamar korban," ujar Bambang.

(ind/bbs)