Rekonstruksi Pembunuhan Vivi Lia di S Kostel: Adegan 10-12 Paling Mengerikan, Pelaku Tikam Leher Korban hingga 19 Kali

Rekonstruksi Pembunuhan Vivi Lia di S Kostel: Adegan 10-12 Paling Mengerikan, Pelaku Tikam Leher Korban hingga 19 Kali

Adegan reka ulang pembunuhan tragis terhadap Vivi Lia Anggita di kamar 201 S Kostel, Simpang Basecamp, Sagulung, berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Adegan reka ulang pembunuhan tragis terhadap Vivi Lia Anggita di kamar 201 S Kostel, Simpang Basecamp, Sagulung, berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. Dari total 18 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi, adegan ke-10 hingga ke-12 menjadi bagian paling mencekam dalam kasus berdarah ini.

Pasalnya, kepala dan leher Vivi ditusuk oleh Ihsan sehingga darah muncrat pada bagian leher korban. Bahkan, Vivi juga sempat mengambil pisau itu dan berusaha menikam pelaku. Namun, aksi itu digagalkan oleh pelaku dengan cara memegang pisau yang akan menikam dada pelaku.

Rekonstruksi dimulai dari adegan kedatangan pelaku, Iksan, yang diketahui tinggal di Tanjung Riau. Sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku membuka aplikasi kencan dan menyepakati pertemuan dengan korban dengan tarif Rp350 ribu sekali kencan.

Korban lantas mengirimkan lokasi pertemuan di S Kostel. Sebelum menuju lokasi, pelaku telah menyiapkan sebilah pisau yang ia selipkan di pinggangnya. Uang yang ia miliki saat itu hanya Rp58 ribu. Sesampainya di parkiran, Iksan menunggu informasi nomor kamar karena kamar korban masih digunakan oleh orang lain.

Sekitar setengah jam kemudian, korban menyuruh pelaku naik ke lantai 2, ke kamar 201. Setibanya di kamar, korban menyuruh pelaku membersihkan kemaluannya. Saat itu pula, pelaku menyimpan pisau yang dibawanya di kamar mandi.

Setelah membersihkan badan, pelaku kembali ke kamar. Korban memasangkan kondom dan keduanya melakukan hubungan badan satu kali. Usai berhubungan, korban menagih uang yang telah disepakati. Pelaku mengatakan ingin membayar melalui transfer, dan korban pun mengirimkan nomor rekening.

Namun, alih-alih mentransfer, pelaku malah menelepon temannya untuk meminta bantuan dana. Karena tak kunjung ada kepastian, korban kesal dan mulai mendesak dengan nada tinggi. Situasi memanas.

Melihat itu, pelaku langsung mengeluarkan pisau yang sudah disimpan didalam pinggangnya lalu menikam leher dan korban pada adegan 10 hingga 12 inilah pelaku menikam korban.

Pisau sempat terjatuh. Vivi yang mencoba bertahan, menekan luka di lehernya dengan tangan kiri, lalu mengambil pisau yang terjatuh dan mencoba menikam pelaku. Tapi pelaku berhasil merebut pisau dari tangan korban.

Korban lalu berteriak minta tolong dan berusaha keluar kamar. Penghuni kamar 202, Sri Pratiwi, mendengar keributan dan keluar dari kamarnya. Vivi sempat masuk ke kamar Sri sambil muntah darah. Ia dibantu oleh Sri, Warsih, dan seorang pria penghuni kost untuk turun ke lantai satu.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Embung Fatimah. Sayangnya, nyawanya tak tertolong akibat pendarahan hebat dari 19 luka tikaman di tubuhnya. Polisi bersama warga berhasil mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian.

Di sela-sela rekonstruksi, pelaku Ihsan mengungkapkan hal mengejutkan. Ia mengaku sempat didatangi mendiang korban dalam mimpinya.

"Dia datang dalam mimpi saya beberapa kali, saat itu dia berpakaian serba putih wajahnya nampak marah melihati saya," ujarnya.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Kota Batam, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap pertemuan dengan orang asing melalui aplikasi kencan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :