Penyebab Ledakan Kapal MT Federal II Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Labfor Mabes Polri
Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat mendatangi lokasi kejadian didalam PT ASL Shipyard. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Kasus ledakan kapal MT Federal II yang menewaskan lima orang pekerja subkon PT ASL Shipyard pada Selasa (24/6/2025) lalu, masih menjadi misteri. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab ledakan tersebut karena masih menunggu hasil investigasi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan kepada awak media bahwa pasca ledakan, pihaknya langsung membentuk tim penyelidikan khusus. Namun, penanganan penuh diserahkan kepada Polresta Barelang.
"Tim sudah kita bentuk, tetapi yang menangani sepenuhnya diserahkan ke Polresta Barelang," kata Asep.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin mengungkapkan bahwa penyelidikan terus berlanjut dan sejumlah pihak dari perusahaan telah dimintai keterangan.
"Ada tiga saksi sudah kita mintai keterangannya," ujar Zaenal saat dikonfirmasi.
Namun ketika ditanya soal penyebab pasti ledakan, Zaenal menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Tim Labfor Mabes Polri. Ia menambahkan, Labfor masih meneliti kandungan cairan kimia dan faktor lain yang kemungkinan memicu ledakan saat kapal tengah diperbaiki (docking) di galangan PT ASL.
"Kita juga tidak mau menduga-duga penyebab ledakan kapal ini, apa hasil Tim Labfor baru kita akan mengetahui pasti penyebab ledakan kapal ini," tegasnya.
Dari sisi pengawasan ketenagakerjaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri, Diky Wijaya, menyebut bahwa timnya di lapangan masih melakukan investigasi awal dan belum sampai pada tahap pembuktian teknis.
"Pihak manajemen PT ASL juga sudah kita mintai keterangannya," ujar Diky, Rabu (9/7/2025) siang.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi ledakan hingga kini masih diberi garis polisi dan manajemen belum bisa memberikan penjelasan rinci sebelum status lokasi dinyatakan aman oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya diberitakan, lima korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini adalah:
-
Gunawan Sinulingga (46), warga Kelurahan Kibing, Batuaji
-
Janu Arius Silaban (24), warga Tapanuli Tengah
-
Berkat Setiawan Gulo (22), warga Tapanuli Tengah
-
Upik Abdul Wahid (32)
-
Hermansyah Putra (30), warga Tanjung Uban Utara, Bintan
Dari kelima korban, Gunawan, Upik, Janu dan Berkat tercatat sebagai karyawan PT Manchar Marine Batam (MMB), sedangkan Hermansyah bekerja di PT Ocean Pulse Solution (OPS).
Diduga kuat, para korban meninggal akibat keracunan asap saat terjadi kebakaran di dalam tangki kapal, meskipun mereka hanya mengalami luka bakar ringan akibat ledakan.

Komentar Via Facebook :