Netanyahu Ngamuk! Sinagoge Dibakar & Restoran Yahudi Diserang di Melbourne
Salah satu restoran yang diserang di Melbourne, Australia. (twitter)
Batam, Batamnews – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi Israel mengutuk keras serangan terhadap sebuah sinagoge dan restoran Yahudi di Melbourne pada Jumat malam 5 Juli 2025.
Serangan tersebut memicu kemarahan dan permintaan agar pemerintah Australia bertindak tegas. Dalam pernyataan resmi berbahasa Ibrani, Netanyahu menyebut serangan terhadap East Melbourne Hebrew Congregation dan restoran *Miznon* sebagai tindakan "keji" dan mendesak pemerintah Australia mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk menindak pelaku.
"Serangan antisemit yang keji, disertai teriakan 'Mati untuk IDF' dan upaya merusak rumah ibadah, adalah kejahatan kebencian serius yang harus diberantas dari akarnya," tegas Netanyahu.
Baca juga: 18 Orang Cedera Akibat Alarm Kebakaran Palsu di Pesawat Ryanair, Penumpang Panik & Lompat dari Sayap
"Ia menambahkan, Israel akan terus berdiri bersama komunitas Yahudi di Australia dan meminta pemerintah setempat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan."
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar juga mengutuk serangan tersebut melalui akun X (Twitter), menyatakan Israel berdiri teguh mendukung warga Yahudi Australia.
"Saya sangat mengutuk serangan antisemit keji di Melbourne, termasuk pembakaran sinagoge East Melbourne Hebrew Congregation dan kekerasan yang menargetkan restoran Israel Miznon," tulis Sa'ar.
"Sudah terlalu banyak serangan antisemit di Australia. Pemerintah Australia harus berbuat lebih banyak untuk memerangi penyakit beracun ini," tambahnya.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke memimpin respons pemerintah terhadap serangan ini. Pada Minggu, 6 Juli 2025, Burke mengaku telah berbicara dengan Duta Besar Israel untuk Australia, Amir Maimon.
"Saya berbicara dengan duta besar Israel kemarin. Ia menghargai kedatangan saya ke sinagoge hari ini sebagai sinyal bahwa pemerintah menangani ini dengan serius," kata Burke di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban luka fisik, Burke menegaskan bahwa serangan ini tetap melukai komunitas Yahudi Australia dan merusak harmoni sosial.
"Ada beberapa serangan pada Jumat malam, dan semuanya tidak pantas terjadi di Australia. Ini adalah serangan terhadap Australia," tegasnya.
Hubungan kedua negara sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah pemerintah Perdana Menteri Anthony Albanese berulang kali menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Baca juga: Perusahaan Navigasi ini PHK 300 Karyawan, Beralih ke AI: Ancaman Robot Makin Nyata?
Netanyahu sebelumnya menuding pemerintah Australia "anti-Israel" dan menyatakan bahwa sikap mereka turut memicu peningkatan antisemitisme di Australia. Bulan lalu, pemerintah Australia bahkan menjatuhkan sanksi terhadap dua menteri Israel.
Serangan di Melbourne ini kembali menyoroti meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran atas keamanan komunitas Yahudi di Australia. Otoritas setempat kini berada di bawah tekanan untuk memperkuat perlindungan dan menindak tegas pelaku kekerasan bernuansa kebencian.

Komentar Via Facebook :