Korban Ledakan MT Federal II di PT ASL Bertambah, Tim Labfor Mabes Polri Masih Olah TKP

Korban Ledakan MT Federal II di PT ASL Bertambah, Tim Labfor Mabes Polri Masih Olah TKP

Kapal Federal II yang meledak didalam PT ASL Saat melakukan perbaikan. Foto : IST

Nurjali

Batam, Batamnews - Kabar duka kembali menyelimuti keluarga korban ledakan Kapal MT Federal II yang terjadi saat kapal tersebut sedang menjalani perbaikan di PT ASL pada Selasa, 24 Juni 2025 lalu. 

Upik Abdul Wahid (32), salah satu korban yang sempat dirawat di Rumah Sakit Mutiara Aini, menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 29 Juni 2025 siang.  

Suasana rumah sakit pun berubah haru saat kepergian Upik, pria asal Lamahala, Flores Timur itu, diketahui. 

Baca juga: Ledakan Kapal MT Federal II di PT ASL: Anak Korban Meninggal Dapat Bantuan Pendidikan hingga Kuliah

Ia meninggal setelah berjuang melawan luka-luka akibat ledakan selama lima hari di atas ranjang rumah sakit. Korban diketahui merupakan karyawan PT Manchar Marine Batam (MMB). Saat kejadian, Upik ditemukan terjebak di dalam tangki kapal bersama Janu, rekan kerjanya.  

Kepala Disnaker Kepri, Diky Wijaya, membenarkan kabar meninggalnya Upik. Saat ini, timnya telah turun ke lokasi untuk mendampingi keluarga korban.  

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menyatakan bahwa pasca-kejadian, jajarannya masih fokus pada perawatan korban. Sementara itu, Sat Reskrim telah memeriksa keterangan lima saksi, baik dari pihak perusahaan maupun karyawan.  

"Penyebab ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Labfor Mabes Polri yang masih melakukan olah TKP di Kapal MT Federal II tipe FSO," ujarnya.  

Baca juga: Ledakan Kapal MT Federal II di PT ASL Shipyard Tewaskan Empat Pekerja, Tim Labfor Mabes Polri Selidiki Penyebab

Zaenal menjelaskan, MT Federal II merupakan kapal pengangkut minyak mentah dengan lambung tangki berukuran besar, sehingga kobaran api yang dihasilkan saat ledakan sangat hebat. Hingga saat ini, lima saksi telah diperiksa.  

"Lima saksi dari perusahaan dan karyawan sudah kami ambil keterangannya," kata Zaenal.  

Biasanya, Tim Labfor Mabes Polri membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikan olah TKP. Hasilnya nanti akan diserahkan kepada penyidik Polresta Barelang.  

"Melalui penyelidikan mereka, nanti akan diketahui penyebab pasti ledakan ini," pungkasnya.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :