Baru Diresmikan, Gedung Perpustakaan Umum Lingga Senilai Rp 9,96 Miliar Sudah Bocor
Peresmuan Gedung Perpustakaan oleh Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga.
Lingga, Batamnews – Hanya dua hari setelah diresmikan, gedung perpustakaan umum milik Pemerintah Kabupaten Lingga sudah mengalami kebocoran pada plafon terasnya, gedung ini selesai dibangun di akhir tahun 2024.
Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 9,96 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 ini diresmikan oleh Bupati Lingga, M. Nizar pada pertengahan Juni 2025.
Sampai saat ini, penyebab kebocoran belum diketahui karena belum ada pemeriksaan resmi dari pihak terkait. Beberapa pejabat di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lingga juga belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini.
Pembangunan gedung perpustakaan ini menggunakan DAK 2024 sebesar Rp 9.968.282.027. Dalam unggahan media sosial Diskominfo Lingga, Wakil Bupati Lingga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas penyelesaian proyek tersebut.
"Terima kasih kami ucapkan kepada Kadis Perpustakaan. Rencana pembangunan gedung ini telah dimulai jauh sebelum saya menjabat Wakil Bupati. Kami bersama Sekretaris Daerah dan beberapa pihak lain berkoordinasi dengan Bappenas, dan alhamdulillah pada 2024 kita memulai prosesnya sehingga pertengahan 2025 sudah bisa diresmikan," ujarnya.
Wakil Bupati menekankan bahwa perpustakaan tidak hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga manfaat bagi masyarakat di era digital.
"Kita tidak boleh terlena dengan megahnya gedung ini, tapi harus memastikan perpustakaan berguna bagi masyarakat sesuai perkembangan zaman. Saat ini kita sudah masuk era digital, masyarakat tidak hanya mengandalkan literasi konvensional. Saya harap Dinas Perpustakaan bisa menyediakan buku digital atau e-book," tambahnya.
Baca juga: BPI KPNPA RI Desak Jaksa Agung Copot Kajari Lingga Gagal Tuntaskan Kasus Korupsi Bonsai
Ia juga berharap perpustakaan ini dapat mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lingga terkait kebocoran tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh untuk memastikan kualitas bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah ini.

Komentar Via Facebook :