Abu Sayyaf Sandera Seorang Warga Batam

Seorang Warga Batam Disandera, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp14,3 Miliar

Seorang Warga Batam Disandera, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp14,3 Miliar

Kelompok Abu Sayyaf. (Foto: thestar.com.my)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Dua kapal berbendera Indonesia disandera di akhir pekan lalu oleh militan Abu Sayyaf di Filipina. Satu orang diantara sandera berasal dari Batam, Kepulauan Riau. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan laporan media.

Seperti dilansir The Straits Times, kelompok tersebut diduga adalah militan yang berbasis di Filipina selatan. Mereka menuntut tebusan US $ 1 million (Rp14,3 miliar), untuk pembebasan salah satu kapal dan awaknya.

"Hal ini menegaskan bahwa kapal tunda Brahma 12 dan Anand 12 membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak Indonesia ditangkap," kata juru bicara Kemlu Armanatha Nasir, Selasa (29/3/2016).

Menurut Armanatha, waktu yang tepat (kejadian) tidak jelas, tetapi pemilik kapal tahu tentang hal itu pada 26 Maret, ketika mereka dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Abu Sayyaf.

Kapal Brahma 12 telah dibebaskan dan sekarang di bawah perawatan otoritas lokal di Filipina, tetapi Anand 12 dan awaknya 10 tetap berada di tangan "bajak laut" di lokasi yang tidak diketahui, kata Armanatha, tanpa menyebutkan alasan lepasnya kapal Anand.

The Straits Times menuliskan militan Abu Sayyaf telah menuntut US $ 1 juta sebagai tebusan bagi Anand 12 dan awaknya.

Insiden itu terjadi pada Sabtu setelah dua kapal meninggalkan Sungai Puting, Kalimantan Selatan, untuk Batangas di Filipina selatan.

Menurut Armanatha, para penyandera telah menghubungi pemilik Anand 12 kali sejak Sabtu untuk menuntut uang tebusan dalam pertukaran bagi pembebasan kapal dan kru.

Dia tidak merinci tindakan yang diambil oleh pemerintah tetapi menambahkan bahwa prioritas Kemlu adalah “Menyelamatkan 10 awak Indonesia disandera".

Militan Abu Sayyaf kerap melakukan penculikan serta pemenggalan, pemboman dan pemerasan untuk menghidupi aktivitas kelompoknya.

 

[snw]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :