Realiasi PAD Lingga Terendah di Kepri, Baru Rp11 Miliar, Sementara Belanja Pegawai Rp151 Miliar
Ketua DPRD Kabupaten Lingga dan Bupati Kabupaten Lingga.
Tanjungpinang, Batamnews – Hingga pertengahan Juni 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga tercatat sangat rendah, hanya mencapai Rp11,39 miliar atau 6,16% dari target APBD sebesar Rp184,97 miliar.
Sementara itu, belanja pegawai sudah menembus Rp151,18 miliar atau 33,82% dari pagu anggaran Rp447,06 miliar.
Data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per 10 Juni 2025 menunjukkan bahwa total realisasi APBD Lingga baru mencapai 24,23% dari total anggaran Rp1,003 triliun.
Baca juga: Pemkot Batam Bongkar 8 Bilboard Lagi, Total 89 Unit Sudah Ditertibkan
PAD Minim, Ketergantungan pada Transfer Pusat Tinggi, Pajak Daerah: Hanya terealisasi Rp8,47 miliar (5,2%) dari target Rp163,06 miliar.
Retribusi Daerah: Rp450 juta (2,86%) dari pagu Rp15,73 miliar. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah: Nol rupiah terealisasi. Transfer Pemerintah Pusat (TKDD): Menjadi andalan dengan realisasi Rp218,47 miliar (28,15%).
Belanja Pegawai Dominan, Belanja Modal Hanya Rp480 Juta. Belanja Pegawai sudah menyerap Rp151,18 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi PAD. Belanja Barang dan Jasa: Rp54,18 miliar (19,01%).
Belanja Modal: Hanya Rp480 juta (0,34%) dari anggaran Rp139,54 miliar, menunjukkan minimnya pembangunan infrastruktur.
Baca juga: DPRD Lingga Gelar Sidang Paripurna, Bahas Sejumlah Ranperda hingga Pertanggungjawaban APBD 2024
Rendahnya PAD menunjukkan lemahnya upaya penggalian potensi ekonomi lokal. Sementara belanja pegawai yang tinggi berpotensi membebani keuangan daerah. Jika tidak ada perubahan, Lingga berisiko semakin bergantung pada transfer pusat dan pinjaman.
Pemerintah Daerah Lingga diharapkan segera melakukan evaluasi dan inovasi pendapatan, seperti optimalisasi sektor pariwisata, perikanan, dan perizinan, untuk mengurangi ketimpangan fiskal ini.
(Sumber: SIKD Kemenkeu, data per 10 Juni 2025)

Komentar Via Facebook :