Krisis Elon Musk vs Trump: Rusia Siap Beri Suaka Politik ke Bos Tesla!
Elon Musk saat melakukan kampanye untuk Donald Trump.
Jakarta, Batamnews - Dalam gelombang ketegangan politik terbaru, Rusia tak melewatkan kesempatan untuk ikut campur dengan menawarkan suaka politik kepada Elon Musk. Tawaran ini muncul setelah miliarder teknologi tersebut terlibat perselisihan publik dengan mantan Presiden AS Donald Trump.
Minggu ini menjadi periode yang cukup sibuk bagi Musk. Ia dilaporkan "diusir" dari lingkaran Gedung Putih, hubungannya dengan Trump—yang sebelumnya disebut "hebat"—merenggang, dan harga saham perusahaannya, Tesla, anjlok.
Memanfaatkan retaknya hubungan dua tokoh paling berpengaruh di dunia itu, Kremlin memutuskan untuk mengulurkan bantuan. Dmitry Novikov, Wakil Ketua Pertama Komite Urusan Internasional Duma Rusia, menyatakan:
Baca juga: Turis Sri Lanka Dipukul Hak Tinggi Transgender di Pattaya Usai Sentuh Alat Kelamin
"Saya pikir Musk sedang memainkan permainan yang berbeda... Saya tidak yakin dia membutuhkan suaka politik, tetapi jika memang diperlukan, Rusia tentu bisa memberikannya."
Novikov menambahkan bahwa Musk telah membangun "komunikasi politik tertentu" dalam beberapa tahun terakhir, sehingga perbedaan pendapat pribadi akan tetap menjadi urusan individu.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menekankan bahwa perselisihan antara Trump dan Musk adalah "urusan internal AS". Namun, ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan menyelesaikan masalah ini sendiri.
Peskov merespons salah satu pernyataan terbaru Trump yang menggambarkan konflik tersebut seperti "dua anak kecil yang bertengkar di taman".
Baca juga: Penumpang Motor Selamat Usai Lompat dari Jembatan, Dua Lainnya Tercebur ke Kanal
"Terkadang lebih baik membiarkan mereka berkelahi sebentar sebelum memisahkan mereka," ujar Peskov, sambil menambahkan bahwa bagi Rusia, situasi ini menyangkut kepentingan nasional, keamanan, dan masa depan negara.
Tawaran suaka politik Rusia kepada Musk ini dinilai sebagai langkah propaganda politik Moskow untuk memanfaatkan ketegangan di kancah politik AS. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Elon Musk maupun pihak Tesla terkait tawaran tersebut.

Komentar Via Facebook :