Tiongkok Bakal Larang Film AS Tayang di Negaranya, Balas Kenaikan Tarif Trump 104%
Ilustrasi
Jakarta, Batamnews – Pemerintah Tiongkok dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melarang seluruh film asal Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk pembalasan atas kebijakan tarif baru yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump.
Langkah ini muncul setelah Gedung Putih mengonfirmasi kenaikan tarif impor produk Tiongkok hingga 104%, efektif mulai hari ini.
Menurut The Independent, kenaikan tarif ini merupakan respons AS atas penolakan Beijing untuk mencabut tarif balasan yang sebelumnya diberlakukan terhadap barang-barang impor dari Amerika Serikat.
Baca juga: Berapa Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini Minggu, 6 April 2025? BCA Jual Rp16.950, BRI Rp16.940!
Kebijakan Trump sebelumnya menetapkan tarif 54% untuk produk Tiongkok, namun hari ini ditambah 50%, sehingga totalnya mencapai 104%.
Dua blogger ternama Tiongkok yang memiliki koneksi dengan pemerintah, Liu Hong dari kantor berita Xinhua dan Ren Yi (cucu mantan pejabat tinggi Partai Komunis), mengunggah daftar langkah-langkah balasan yang sedang dibahas. Salah satu poin utamanya adalah pengurangan atau pelarangan impor film AS.
Keduanya mengklaim informasi tersebut berasal dari sumber dekat perencana kebijakan negara. Jika langkah ini diambil, industri film AS—yang selama ini menjadi salah satu penyumbang surplus perdagangan terbesar di Tiongkok—bisa terkena dampak signifikan.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengecam kebijakan AS, menyebutnya sebagai bentuk "unilateralisme dan praktik ekonomi bullying." Mereka menyatakan siap "berjuang sampai akhir" dalam perseteruan dagang ini.
Baca juga: Anti-Trump Ribuan Demonstran Serukan Penentangan di Seluruh AS
Selain industri hiburan, sektor pertanian AS juga terancam. Tiongkok disebut sedang mempertimbangkan pelarangan total impor unggas dari Amerika Serikat. Langkah ini dapat memukul peternak AS yang selama ini mengandalkan pasar Tiongkok.
Industri film AS selama ini mendominasi pasar Tiongkok, sementara film-film lokal belum mampu bersaing di kancah global. Jika pelarangan terjadi, bioskop-bioskop di Tiongkok mungkin akan lebih banyak menayangkan produksi domestik atau film dari negara lain.
Kebijakan ini bisa menjadi pukulan besar bagi studio Hollywood yang mengandalkan pendapatan dari pasar Tiongkok. Di sisi lain, pemerintah Tiongkok mungkin melihat ini sebagai kesempatan untuk mendorong pertumbuhan industri film lokal.

Komentar Via Facebook :