Kabupaten Lingga Gagal Jadi Tuan Rumah STQ 2025 Akibat Kekurangan Dana Rp300 Juta
Bupati Lingga Muhammad Nizar saat menyampaikan kesiapan Kabupaten Lingga sebagai tuan rumah kepada Kepala Kemenag Kepri.
Tanjungpinang, Batamnews – Kabupaten Lingga terpaksa mengundurkan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2025. Penyebabnya adalah kekurangan dana sebesar lebih dari Rp300 juta dari pemerintah provinsi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, yang saat ini menjalankan tugas sementara di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) setempat, mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri awalnya menjanjikan anggaran Rp1 miliar. Namun, realisasi yang diberikan hanya sekitar Rp700 juta.
"Kemarin yang dijanjikan itu satu miliar, tapi Pemprov Kepri hanya mampu memberikan sekitar tujuh ratus juta. Jadi masih kurang sekitar tiga ratusan juta. Anggaran kita juga terbatas, akhirnya kita rapat dan memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai tuan rumah," kata Armia saat dihubungi wartawan, Kamis, 15 Mei 2025.
Baca juga: Nelayan Kepri Demo Tolak Aturan 12 Mil & Tambang Pasir Laut, Gubernur Tidak Hadir
Armia menjelaskan bahwa sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pembangunan Astaka dan jalan lingkar, serta berbagai kegiatan pendukung. Meski gagal menjadi tuan rumah tahun ini, pihaknya berencana memanfaatkan aset yang sudah dibangun untuk mendukung sektor pariwisata.
"Aset yang sudah terbangun akan kita manfaatkan, salah satunya untuk kegiatan pariwisata. Kami juga berencana mengusulkan kembali menjadi tuan rumah pada tahun depan," ujarnya.
Sebelumnya, pada Februari 2025, Bupati Lingga Muhammad Nizar menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah STQ 2025.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Wakil Bupati Lingga (yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Lingga) dengan pihak terkait guna memastikan kelancaran acara.
"Kita ingin sukses sebagai penyelenggara, sukses dalam kejuaraan, dan sukses sebagai tuan rumah," kata Nizar saat itu, seperti dilansir dari situs Kantor Wilayah Kementerian Agama RI.
Namun, karena ketua LPTQ sedang menjalankan ibadah haji dan kendala anggaran, rencana tersebut akhirnya tidak dapat terealisasi.

Komentar Via Facebook :