Warga Daik Lingga Gelar Petisi Dukung Pembukaan Wahana Bermain Anak di Lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah
Warga Daik Lingga melakukan aksi sebagai bentuk dukungan agar wahana bermain anak dapat diizinkan beroperasi. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Sejumlah masyarakat Daik Lingga menggelar aksi petisi dukungan agar wahana bermain anak yang telah selesai dibangun di Lapangan Sepakbola Sultan Mahmud Riayat Syah tetap diperbolehkan beroperasi. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas adanya penolakan dari sebagian tokoh masyarakat yang khawatir keberadaan wahana akan merusak fungsi lapangan.
Petisi warga dilakukan secara terbuka dengan membentangkan kain putih berisi tanda tangan warga yang mendukung dibukanya wahana tersebut. Tercatat dua lokasi menjadi titik pengumpulan tanda tangan, yakni di Simpang Tiga Kampung Pahang dan di depan minimarket Lingga Mart Kampung Sawin.
Aksi damai ini mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak masyarakat yang berharap wahana permainan tersebut segera beroperasi karena selama ini Daik Lingga minim fasilitas hiburan keluarga. Wahana seperti pasar malam dan permainan anak dinilai menjadi angin segar untuk hiburan warga, terutama anak-anak.
“Dapat satu minggu saja buka, jadi lah. Dapat juga bawak anak main ke sana,” ujar salah satu warga yang ikut menandatangani petisi tersebut.
Wahana bermain anak itu telah rampung dibangun dan menempati area lapangan sepakbola Sultan Mahmud Riayat Syah. Namun, hingga Sabtu (10/5/2025), operasionalnya masih tertunda akibat adanya polemik di tengah masyarakat. Beberapa tokoh lokal menyatakan keberatan dengan alasan bahwa aktivitas tersebut bisa merusak rumput dan fungsi utama lapangan sebagai sarana olahraga.
Meski begitu, mayoritas warga yang aktif di media sosial tampak memberikan dukungan penuh. Beberapa unggahan dan komentar memperlihatkan antusiasme tinggi atas kehadiran wahana tersebut. Mereka menilai hiburan seperti ini sangat langka dan perlu dimanfaatkan, apalagi untuk menghidupkan suasana kota kecil seperti Daik.
Warga berharap aspirasi yang disuarakan melalui petisi ini dapat menjadi pertimbangan positif agar keputusan yang diambil nantinya bisa mengakomodasi kebutuhan hiburan tanpa mengabaikan fungsi fasilitas umum.
Aksi ini menjadi bukti bahwa masyarakat juga memiliki suara dalam menentukan ruang publik dan kebutuhan sosial yang seimbang antara rekreasi dan olahraga.

Komentar Via Facebook :