Panggak Darat Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Mengisi Jabatan

Panggak Darat Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Mengisi Jabatan

Suasana sore di lokasi sawah Desa Panggak Darat. (Foto: Ruzi/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Ruzi Wiranata

Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, kini memasuki babak baru dengan dibukanya proses Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW). Proses ini dilakukan menyusul pengunduran diri kepala desa sebelumnya, dan kini desa dipimpin oleh seorang Penjabat (Pj). 

Meski hanya untuk sisa masa jabatan sekitar tiga tahun lebih, peran pemimpin baru tidak bisa dianggap sementara. Justru di sisa waktu itulah, arah dan fondasi pembangunan desa bisa diperkuat secara nyata.

Panggak Darat bukan desa biasa. Ia adalah desa dengan identitas wisata yang kuat, khususnya dengan keberadaan Bukit Permata—sebuah objek wisata pendakian yang namanya sudah menembus batas nasional, bahkan dikenal hingga mancanegara. 

Keindahan alam yang memadukan antara aliran sungai, dan pegunungan menjadi anugerah besar, yang jika dikelola dengan tepat bisa menjadi sumber pendapatan desa dan penggerak ekonomi masyarakat.

Namun potensi ini belum sepenuhnya tergarap. Seperti halnya lahan percetakan sawah yang dibuka hingga ratusan hektar, kini hanya sebagian kecil yang benar-benar digarap. Ini menjadi ironi: lahan sudah ada, petani masih ada, tetapi dorongan kebijakan dan konsistensi pembangunan tidak berkesinambungan.

Di sinilah pentingnya peran kepala desa yang bukan hanya mengisi kekosongan jabatan, tetapi mampu menggerakkan potensi, membangun partisipasi, dan membangkitkan semangat warga. Pemimpin desa hari ini harus berpikir strategis dan bertindak cepat—karena waktu yang tersedia tidak panjang, tapi cukup jika dimanfaatkan dengan bijak.

Penyelesaian dan Arah yang Harus Diambil:
1. Perkuat Infrastruktur dan Akses Wisata Bukit Permata
Jalur pendakian, fasilitas dasar seperti toilet, tempat istirahat, hingga sistem informasi wisata harus dibenahi. Kerja sama dengan dinas pariwisata dan komunitas lokal seperti Pokdarwis setempat, bisa menjadi kunci pengembangan yang berkelanjutan.

2. Revitalisasi Lahan Sawah Melalui Inovasi dan Kemitraan
Pemerintah desa harus hadir sebagai fasilitator dan motivator. Buat kebijakan insentif bagi petani, buka peluang kemitraan dengan pihak swasta atau BUMDes, dan dorong regenerasi petani muda dengan pendekatan digital.

3. Aktifkan Forum Warga dan Musyawarah Rutin
Bangun kepercayaan publik dengan membuka ruang dialog. Kepala desa bukan hanya pemegang kuasa anggaran, tetapi juga pemangku kepercayaan sosial.

4. Manfaatkan Dana Desa Secara Tepat Sasaran dan Transparan
Pastikan setiap rupiah digunakan untuk kebutuhan riil masyarakat, baik itu infrastruktur, pendidikan informal, pemberdayaan perempuan, hingga pelatihan keterampilan.

5. Perkuat Identitas dan Branding Desa Wisata
Desa Panggak Darat harus memiliki brand yang jelas. Perkuat promosi digital, bangun narasi “Pesona Bukit Permata” sebagai simbol harapan dan ketangguhan desa.

Penulis sendiri menilai, siapa pun yang diberi kan amanah nanti untuk memimpin Desa Panggak Darat, maka yang akan dijalankan bukan sekadar melanjutkan sisa waktu, tetapi mewujudkan sisa mimpi yang belum selesai.

Karena bagi desa seperti Panggak Darat, pemimpin bukan hanya soal siapa yang menjabat, tapi siapa yang mampu membawa harapan tumbuh dari tanah, sungai, dan bukit yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Penulis adalah Pengurus Pokdarwis Permata Hijau Panggak Darat dan juga Anggota FJML.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :