Hadiah Jet Mewah Qatar untuk Trump: Legal atau Skandal?
Ilustrasi
Jakarta, Batamnews – Mantan Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan menerima salah satu hadiah asing termewah yang pernah ditawarkan kepada seorang presiden Amerika Serikat—sebuah pesawat jet jumbo senilai $400 juta dari keluarga kerajaan Qatar.
Pesawat mewah tersebut, yang dijuluki "istana terbang", ditawarkan kepada Trump awal tahun ini ketika ia berada di Florida. Keluarga kerajaan Qatar mengusulkan agar pesawat itu bisa menggantikan Air Force One yang sudah tua.
Menurut laporan, pesawat tersebut akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenan Trump setelah ia menyelesaikan masa jabatannya, memungkinkannya untuk menggunakannya secara pribadi.
Baca juga: Dugaan Pelanggaran Hukum: PT Hermina Jaya Bongkar Segel Kementerian Kelautan RI di Lingga
Dalam unggahan di platform Truth Social-nya, Trump menyebut pengaturan ini bersifat sementara dan menyebut Demokrat sebagai "pecundang" karena mengkritik langkah ini.
"Fakta bahwa Departemen Pertahanan mendapatkan HADIAH, GRATIS, pesawat 747 untuk menggantikan Air Force One yang sudah berusia 40 tahun, secara sementara, dalam transaksi yang transparan, sangat mengganggu Demokrat Curang sehingga mereka bersikeras kita harus membayar dengan harga tertinggi," tulis Trump.
"Siapa pun bisa melakukan itu! Demokrat adalah Pecundang Kelas Dunia!!!"
Namun, rencana penerimaan hadiah ini tidak hanya menuai kritik dari kalangan Demokrat. Laura Loomer, pendukung setia Trump, menyatakan bahwa meski ia *"siap mengambil peluru"* untuk Trump, ia percaya bahwa mantan presiden *"tidak boleh menerima"* pesawat tersebut.
Loomer menuduh Qatar mendanai *"proxy Iran"* yang telah *"membunuh anggota militer AS"* dan mengatakan bahwa penerimaan hadiah ini akan menjadi *"noda bagi pemerintahan"*.
ABC News melaporkan bahwa Jaksa Agung AS Pam Bondi dan penasihat Gedung Putih David Warrington menyimpulkan bahwa kesepakatan ini *"diperbolehkan secara hukum"* asalkan pesawat diserahkan ke perpustakaan kepresidenan sebelum akhir masa jabatan Trump.
Trump sebelumnya telah melihat langsung pesawat tersebut ketika singgah di Bandara Internasional West Palm Beach, Florida, dekat properti Mar-a-Lago-nya pada Februari lalu. Sebuah pesawat Boeing 747-8 baru, seperti yang ditawarkan Qatar, memiliki harga sekitar $400 juta.
Pemerintah AS telah mencari pengganti untuk Air Force One—yang sebenarnya terdiri dari dua pesawat, meskipun penunjukan tersebut hanya diberikan kepada pesawat yang membawa presiden pada waktu tertentu—selama lebih dari 15 tahun.
Pesawat saat ini telah digunakan sejak era pemerintahan George H.W. Bush pada awal 1990-an, dengan interior yang dirancang oleh mantan Ibu Negara Nancy Reagan.
Baca juga: Tiongkok Bakal Larang Film AS Tayang di Negaranya, Balas Kenaikan Tarif Trump 104%
Sebaliknya, interior pesawat baru ini didesain oleh firma desain Prancis ternama, Alberto Pinto Cabinet, yang dilengkapi dengan ruang negara, ruang makan, dan ruang konferensi berlapis karpet mewah dan sofa kulit.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan, "Setiap hadiah dari pemerintah asing selalu diterima dengan mematuhi semua hukum yang berlaku."
Ia menambahkan, "Administrasi Presiden Trump berkomitmen pada transparansi penuh."
Penerimaan hadiah mewah ini diprediksi akan terus memicu perdebatan, terutama terkait etika dan kepatuhan hukum dalam hubungan AS dengan negara donor.
Komentar Via Facebook :