Sukses Rebranding, RM Pagi Sore Ekspansi ke Surabaya di Tengah Kontroversi Kahyangan

Sukses Rebranding, RM Pagi Sore Ekspansi ke Surabaya di Tengah Kontroversi Kahyangan

Nurjali

Jakarta, Batamnews - Rumah Makan Pagi Sore, yang telah menjadi ikon kuliner premium Indonesia, kembali mencatat prestasi dengan rencana pembukaan cabang baru di Surabaya pada akhir tahun 2025. 

Pengumuman ini disampaikan di tengah klarifikasi terkait kontroversi yang melibatkan nama "Kahyangan by Pagi Sore".

H. Erwin, CEO Pagi Sore berlambang hijau, mengungkapkan rencana ekspansi tersebut dalam acara Halal Bihalal dengan keluarga besar Pagi Sore Pemuda di Jakarta Timur, Sabtu, 10 Mei 2025.

"Setelah sukses membuka cabang di Kemang, berlanjut ke Bandung dan terakhir di Pagi Sore Pemuda – Jakarta Timur, kami sedang bersiap-siap membuka cabang di Surabaya dan tentunya kota-kota lain di Indonesia," jelas H. Erwin kepada awak media.

Baca juga: BPS: 10 Provinsi dengan Pengangguran Tertinggi, Kepri Masuk?

Perjalanan sukses RM Pagi Sore dimulai dari Palembang pada 1973, ketika dua perantau asal Bukittinggi, Sumatera Barat, H. Lismar dan H. Sabirin, mendirikan rumah makan pertama mereka. Keberhasilan di kota awal ini berbuah manis dengan ekspansi beberapa cabang di Palembang.

Kunci kesuksesan Pagi Sore terletak pada filosofi "Cita Rasa Tradisi" yang konsisten. Setiap hidangan diperlakukan sebagai "ungkapan cinta" – sebuah harmoni rasa, tekstur, dan aroma yang diramu dengan tujuan menyentuh hati, bukan sekadar memanjakan lidah.

Meski kini terbagi menjadi dua manajemen berbeda—Pagi Sore berlambang merah dan Pagi Sore berlambang hijau—nilai kerukunan antar keluarga besar pendiri tetap terjaga. Keharmonisan inilah yang menjadi salah satu fondasi kesuksesan Pagi Sore di setiap lokasi baru.

Dalam kesempatan yang sama, H. Erwin memberikan klarifikasi mengenai isu miring terkait "Kahyangan by Pagi Sore" yang beredar di media sosial.

"Dulu kami sempat kerja sama pembukaan restoran dengan pihak lain dengan menyepakati nama resto Kahyangan by Pagi Sore khusus berlokasi di PIK, namun saat ini sudah tidak bekerja sama lagi," tegas H. Erwin.

Menurut keterangannya, pihak pengelola Kahyangan secara sepihak menjalankan usaha resto tersebut dengan alasan sedang renovasi, tanpa menginformasikan kelanjutan kerja sama. Lebih jauh, pembukaan cabang Pejaten juga dilakukan tanpa kesepakatan sebelumnya.

"Seluruh kegiatan Kahyangan by Pagi Sore bukan bagian dari kami dan kami tidak bertanggung jawab atas rasa dan kualitas yang ada," tegasnya. H. Erwin menambahkan bahwa permasalahan hukum terkait Kahyangan by Pagi Sore telah diserahkan kepada kuasa hukum Chris Sam Siwu SH dan rekan.

Baca juga: Ekonomi Kepri Tumbuh 5,16% di Triwulan I 2025, Tertinggi Ketiga se-Sumatera

Di tengah kontroversi tersebut, manajemen Pagi Sore tetap fokus pada pengembangan dan ekspansi bisnis kuliner premiumnya. Dengan konsep modern dan mewah, Pagi Sore telah berhasil memosisikan diri sebagai salah satu destinasi kuliner terkemuka di Indonesia.

"Insya Allah akhir tahun ini sudah terwujud untuk yang di Surabaya," ujar H. Erwin, menggarisbawahi komitmen untuk terus mengembangkan sayap bisnis kuliner yang telah berjalan lebih dari lima dekade tersebut.

Ekspansi ke Surabaya ini menjadi bukti konsistensi Pagi Sore dalam melestarikan cita rasa masakan tradisional Indonesia dengan sentuhan premium yang telah menjadi ciri khas mereka sejak 1973.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :