3.552 Pasien HIV di Batam Dapat ARV, Dinkes Tambah Layanan PrEP Gratis
Aktifitas kehidupan malam di Kota Batam dengan glamor tempat hiburan.
Batam, Batamnews - Kota Batam mengambil langkah strategis dalam penanganan HIV/AIDS dengan memperluas akses pengobatan pencegahan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) dan terapi Antiretroviral (ARV).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan bahwa layanan ARV dan PrEP kini telah tersedia secara merata di berbagai fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
“Masyarakat dapat mengaksesnya secara terbuka dan gratis, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Saat ini, layanan PrEP dan ARV tersedia di delapan puskesmas dan empat rumah sakit di Batam,” ujar Didi pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Baca juga: Deputi Panel Barus Dorong Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih melalui Musyawarah Masyarakat
Delapan puskesmas yang menyediakan layanan tersebut meliputi Puskesmas Lubuk Baja, Sekupang, Tanjung Uncang, Sei Panas, Batu Aji, Baloi Permai, Kampung Jabi, dan Tanjung Sengkuang.
Sementara itu, layanan serupa juga dapat diakses di empat rumah sakit utama, yaitu RS Elisabeth, RSUD Embung Fatimah, RS Budi Kemuliaan, dan RS Awal Bros.
PrEP, sebagai fokus utama program pencegahan, merupakan metode proteksi sebelum terpapar HIV yang telah terbukti efektif secara global. Data Dinas Kesehatan mencatat respons positif masyarakat, dengan 285 orang telah memulai pengobatan PrEP sejak awal tahun hingga Mei 2025.
“PrEP adalah salah satu metode pencegahan paling efektif yang telah digunakan di berbagai negara. Sementara bagi yang sudah terinfeksi, terapi ARV dapat menekan jumlah virus dalam tubuh dan mengurangi risiko penularan,” jelas Didi.
Didi menambahkan bahwa cakupan terapi ARV bagi pengidap HIV juga mengalami peningkatan. Secara kumulatif, 3.552 orang telah menerima terapi ARV, dengan tambahan 199 pasien baru yang memulai pengobatan pada tahun 2025.
Baca juga: Satu-satunya di Kepri! KSM Batam Masuk Kharisma Event Nusantara
“Terapi ARV tidak hanya bermanfaat bagi pasien, tetapi juga mencegah penularan lebih lanjut dengan menekan viral load hingga tidak terdeteksi,” tegasnya.
Dinkes Batam terus mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri dan memanfaatkan layanan yang tersedia tanpa rasa takut.
“Kami ingin memastikan setiap warga berisiko tinggi mendapatkan akses pengobatan dan pencegahan secara cepat dan tanpa stigma. Dengan pendekatan ini, kami berharap angka penularan baru dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Didi.
Komentar Via Facebook :