Kisah Pilu Ayah dari Batam, Anaknya Tewas Ditembak Polisi Saat Diduga Tawuran di Medan
Roni Asmara (40), seorang warga Batam ayah salah satu remaja yang tewas karena ditembak.
Medan, Batamnews – Roni Asmara (40), seorang warga Batam, harus menahan kesedihan mendalam saat terbang ke Medan untuk memakamkan putranya, Muhammad Suhada (15), yang tewas setelah ditembak oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan. Remaja itu diduga terlibat dalam aksi tawuran sebelum insiden penembakan terjadi.
Roni, yang berdomisili di Batam, langsung bergegas pulang setelah mendapat kabar dari mantan istrinya, ibu kandung Suhada. Informasi yang diterimanya menyebutkan anak kesayangannya itu meninggal dalam kondisi yang menyedihkan.
"Selama perjalanan ke Bandara Kualanamu, saya tidak bisa menahan tangis. Begitu sampai, langsung menuju rumah duka," kata Roni dengan suara bergetar.
Baca juga: Siswa SMA Pakai Seragam Abu-Abu Diamankan Saat Konvoi Kelulusan di Dompak
Sesampainya di pemakaman di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, air matanya tak terbendung saat menaburkan bunga di pusara sang anak. Bersama mantan istrinya, ia merelakan kepergian Suhada yang begitu mendadak.
Roni mengaku baru mengetahui insiden penembakan pada Minggu, 4 Mei 2025 pagi. Saat itu, ia masih berada di Batam dan diliputi kecemasan menunggu kabar lebih lanjut.
Namun, nasib berkata lain. Pada Senin dini hari 5 Mei 2025 sekitar pukul 02.30 WIB, mantan istrinya mengabarkan bahwa Suhada telah menghembuskan napas terakhir.
"Saya tidak menyangka anak saya pergi seperti ini. Ini sangat menyakitkan," ujarnya dengan wajah penuh duka.
Baca juga: Mangihut Sebut Laporannya Dicabut, Kapolresta Barelang: Masih Dikaji
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak menuntut transparansi penyelidikan atas tindakan aparat.
Sementara itu, keluarga besar Suhada berharap keadilan segera ditegakkan untuk anak mereka yang telah tiada.

Komentar Via Facebook :