Perang Sarung di Bulan Ramadhan Tewaskan Seorang Pelajar, Empat Pelaku Diamankan
Perang sarung.
Pekanbaru, Batamnews – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus perang sarung yang menewaskan seorang pelajar di Kota Pekanbaru.
Empat pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menyampaikan bahwa keempat pelaku tersebut berinisial BA (14), HH (14), MRA (13), dan IP (14).
"Saat ini kita telah mengamankan empat orang pelaku. Mereka sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rumbai," ujar Bery pada Jumat, 7 Maret 2025.
Baca juga: Terungkap! Jaringan Narkoba di Lapas Tanjungpinang dari 2017 hingga 2025
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui memukul korban dengan tangan kosong dan menggunakan sarung secara bersama-sama.
"Korban dipukuli dengan tangan dan sarung oleh para pelaku. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan meninggal dunia," jelas Bery.
Kejadian ini bermula pada Senin, 3 Maret 2025 sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Berdikari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Saat itu, korban bersama kelompoknya terlibat dalam perang sarung dengan kelompok lain. Dalam duel tersebut, kelompok korban kalah dan kawan-kawannya memilih kabur, meninggalkan korban sendirian.
"Korban yang ditinggal sendirian kemudian dipukuli oleh para pelaku hingga terkapar. Teman-temannya kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Awal Bros di Jalan Ahmad Yani," ungkap Bery.
Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB akibat pendarahan hebat di kepala dan hidung.
Menyusul kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polsek Rumbai. Setelah melakukan penyelidikan, pada Selasa 4 Maret 2025 , petugas berhasil menangkap keempat pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur.
Baca juga: Duarr! Mobil Sedan Hantam Alfamart di Batam, Kaca Hancur Berantakan
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat pelaku dan korban masih berusia remaja. Polresta Pekanbaru mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama di bulan Ramadhan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif.
"Kami mengimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," pungkas Bery.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Komentar Via Facebook :