Persaingan Kerja Ketat, Disnaker Batam Siapkan Pelatihan Bahasa Mandarin
Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Batam, Isra Wira Sanjaya.
Batam, Batamnews - Batam, kota industri yang menjadi magnet investasi asing, kini menghadapi tantangan dalam hal sumber daya manusia. Di tengah derasnya arus globalisasi, kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah penting bagi pencari kerja.
Namun, banyak penduduk lokal Batam masih tertinggal dalam persaingan akibat keterbatasan keterampilan bahasa.
"Di Batam sudah ada pelatihan bahasa Korea, Jepang, dan lainnya. Jika banyak perusahaan membutuhkan pencari kerja yang bisa berbahasa Mandarin, mengapa tidak kita buat pelatihannya?" ujar Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Batam, Isra Wira Sanjaya, Sabtu, 3 Mei 2025.
Baca juga: Profil Rifqinizamy Karsayuda: Ketua Komisi II yang Sindir Ansar Ahmad Soal Ketimpangan PAD Kepri
Program pelatihan ini tidak akan dilaksanakan secara sembarangan. Isra menegaskan, pihaknya akan melakukan training need analysis terlebih dahulu untuk memastikan relevansi program dengan kebutuhan industri.
"Kami harus memiliki data jelas tentang jabatan apa yang membutuhkan keterampilan bahasa Mandarin dan siapa yang perlu dilatih. Tidak bisa mendadak satu bulan sebelumnya baru diberitahu bahwa mereka butuh tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu. Perencanaan matang sangat diperlukan," jelasnya.
Selain pelatihan bahasa Mandarin, Disnaker Batam juga sedang menyusun rencana tenaga kerja makro untuk lima tahun ke depan.
Rencana ini bertujuan memetakan kebutuhan industri secara komprehensif, termasuk jumlah tenaga kerja, jabatan, dan keahlian khusus seperti kemampuan berbahasa asing.
"Kami sedang menyusun rencana kerja makro. Nantinya, kawasan industri dan perusahaan akan memberikan informasi tentang kebutuhan mereka ke depan, sehingga kita bisa bersama-sama mengusulkan dan memprogramkan langkah yang tepat," tambah Isra.
Dengan persiapan ini, Disnaker Batam berharap dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.

Komentar Via Facebook :