Kanopi Tua Roboh di Sekupang, Satu Tewas dan Satu Kritis Akibat Bangunan Lapuk

Kanopi Tua Roboh di Sekupang, Satu Tewas dan Satu Kritis Akibat Bangunan Lapuk

Sembilan unit kanopi beton yang telah berdiri selama lebih dari 30 tahun tiba-tiba ambruk, menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Tragedi memilukan terjadi di kawasan Pergudangan Business Center, Sekupang, Batam, Jumat (2/5/2025) pagi. Sembilan unit kanopi beton yang telah berdiri selama lebih dari 30 tahun tiba-tiba ambruk, menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis.

Menurut kesaksian Eko, seorang saksi mata di lokasi kejadian, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tanpa adanya tanda-tanda alam seperti angin kencang atau gempa. Ia mendengar suara gemuruh keras diikuti oleh kepulan debu yang berasal dari reruntuhan bangunan.

"Padahal tak ada angin atau gempa, tiba-tiba kanopi rubuh begitu saja," ujar Eko saat ditemui di lokasi pada Sabtu siang (3/5/2025).

Eko mengungkapkan, saat kejadian terdapat dua pekerja yang sedang mengecat di bawah bangunan. Mereka tertimpa reruntuhan. Korban meninggal diketahui bernama Sudirman (54), mengalami luka parah di bagian kepala dan bahu karena terjepit plat besi dan beton. Sedangkan Mawardi (40), korban lainnya, mengalami luka serius pada bagian perut kanan akibat terhimpit material bangunan.

"Yang satu sudah meninggal saat berhasil dievakuasi, satunya lagi masih hidup tapi merintih kesakitan," lanjut Eko.

Proses evakuasi dilakukan oleh para pekerja sekitar dengan bantuan alat berat berupa forklift. Sudirman dinyatakan meninggal di lokasi, sementara Mawardi langsung dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedua korban memang sedang bekerja mengecat di salah satu bagian gudang saat insiden terjadi.

"Menurut keterangan saksi, tidak ada angin kencang atau cuaca ekstrem. Tiba-tiba saja bangunan roboh," kata Benhur.

Selain memakan korban jiwa dan luka-luka, peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan di lokasi. Sedikitnya sembilan motor dan beberapa mobil ikut tertimpa reruntuhan kanopi. Dugaan sementara, insiden ini disebabkan oleh struktur bangunan yang sudah rapuh dan tidak layak, mengingat usia bangunan diperkirakan sudah mencapai tiga dekade.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis Polresta Barelang juga sudah dikerahkan untuk melakukan olah TKP," tambah Benhur.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan dan audit bangunan tua, khususnya di kawasan industri dan pergudangan, untuk mencegah jatuhnya korban akibat kelalaian struktural.

(Tommy Purniawan)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :