Heboh! Video Penganiayaan Penjual Tisu oleh Oknum Dinsos Beredar, Ini Kata Pihak Berwajib
Angdrake Fergus A.M alias Muhammad Abdullah, Penjual Tisu Viral di Batam Alami Luka Serius Pada Bagian Kepala. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Seorang penjual tisu viral, Angdrake Fergus A.M alias Muhammad Abdullah, diduga menjadi korban penganiayaan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam. Insiden ini terjadi di kawasan Simpang Jam, Rabu, 26 Maret 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.
Abdullah, yang sebelumnya terkenal karena keterampilannya memainkan tongkat kayu sambil berjualan tisu, sempat mendapat perhatian publik hingga diundang mantan Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah. Namun, di bulan Ramadan ini, ia justru mengalami insiden memilukan.
Dalam video 39 detik yang beredar di media sosial, Abdullah terlihat meminta pertolongan sambil menangis:
"Pak, tolong saya dianiaya oknum Dinsos di lampu merah Simpang Jam. Ini sudah ketiga kalinya. Saya mohon keadilan."
Akibat kejadian tersebut, Abdullah mengalami luka serius, termasuk kepala bocor, telinga robek, dan tangan kanan terkilir. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth dan mendapat jahitan pada lukanya.
Kepala Dinsos Kota Batam, Leo, melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Adi, membantah tuduhan bahwa petugasnya melakukan kekerasan.
"Tidak benar informasi itu. Kami bekerja sesuai SOP. Yang kami awasi adalah pengemis, pengamen, ODGJ, dan orang terlantar. Tidak mungkin kami main pukul," tegas Adi saat dikonfirmasi batamnews.co.id, Rabu, 26 Maret 2025 malam.
Adi menyatakan luka Abdullah mungkin disebabkan oleh perbuatannya sendiri, bukan oleh petugas.
"Bisa saja itu karena ulahnya sendiri. Kami tidak pernah melakukan kekerasan dan selalu bekerja sesuai aturan. Saya tegaskan, informasi itu tidak benar," jelasnya.
Baca juga: Profil Lik Khai: Anggota DPRD Kepri yang Jadi Sorotan Kasus Penimbunan DAS Baloi Indah
Kasus ini memicu reaksi publik, mengingat Abdullah adalah sosok inspiratif. Banyak pihak mendesak investigasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini.
Komentar Via Facebook :