Proyek Jalan Peninting-Payalaman di Anambas Viral, Kualitas Aspal Dipertanyakan
Penampakan jalan aspal yang viral di media sosial mengelupas.
Anambas, Batamnews - Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menjadi sorotan setelah video kerusakan jalan di proyek pembangunan Jalan Peninting-Payalaman viral di media sosial.
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Siantan Tengah dan Kute Siantan tersebut dikeluhkan warga karena kualitas aspal yang dinilai tidak memenuhi standar.
Dalam video berdurasi 52 detik yang diunggah di TikTok, terlihat permukaan aspal yang terburai, tidak melekat dengan baik, dan tampak sangat tipis. Bahkan, aspal tersebut mudah retak dan bisa tercongkel hanya dengan menggunakan tangan kosong tanpa alat bantu.
Baca juga: Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang
Seorang warga yang merekam video tersebut menyayangkan hasil pengerjaan proyek jalan nasional ini.
"Aspal ape macam nih, kasihan kami nih. Tak ade ke yang bertanggung jawab, wakil rakyat ke, PU Provinsi ke, PU Kabupaten ke yang bersangkutan. Dapat jalan bukannye senang, anco ah," ujar suara warga dalam video.
Menurut informasi, jalan tersebut baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lalu. Namun, kondisi kerusakan yang terlihat cukup parah, dengan banyaknya retakan di permukaan aspal, membuat warga kecewa.
Seorang warga lain yang baru-baru ini melewati jalan tersebut juga membenarkan keluhan tersebut.
"Kebetulan saya baru-baru ini dari sana. Aspalnya memang tipis dan retak-retak. Congkel pakai sepatu saja, terangkat aspalnya," ujarnya.
Baca juga: Kapal Kayu Pengangkut Solar Terbakar di Perairan Natuna, Satu Awak Kapal Tewas
Warga menilai, pihak pelaksana proyek terkesan asal-asalan dan hanya ingin cepat menyelesaikan pekerjaan tanpa memerhatikan kualitas hasil yang seharusnya dicapai.
"Masyarakat sangat mengharapkan betul jalan itu, tetapi bukan dengan kondisi begini," tambahnya. Warga berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan dan memperhatikan kualitas pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah atau dinas terkait mengenai viralnya video ini dan kondisi jalan yang dikeluhkan warga.

Komentar Via Facebook :