56 Jenis Pelatihan dan 48 Kategori Bimtek 2025: Disnaker Batam Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja Lokal

56 Jenis Pelatihan dan 48 Kategori Bimtek 2025: Disnaker Batam Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja Lokal

Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menyelenggarakan program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bersertifikasi bagi tenaga kerja dan pencari kerja yang memiliki KTP Batam. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia industri.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, menyatakan bahwa tahun ini sebanyak 2.650 peserta ditargetkan mengikuti program tersebut. Dari jumlah tersebut, 1.478 peserta akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi, sementara 1.172 peserta lainnya akan mengikuti bimtek dan sertifikasi.

Baca juga: Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Ditunda, Wali Kota Batam: Itu Keputusan Pusat

"Kami bekerja sama dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Pelatihan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari menjahit, tata boga, bahasa Inggris, hingga keahlian teknik seperti las dan keselamatan kerja," ujar Rudi pada Senin, 10 Maret 2025.

Hingga saat ini, telah berjalan 14 jenis pelatihan dan sertifikasi, di antaranya pelatihan menjahit Asisten Level 1, Bahasa Inggris, Las 6G GTAW, Las 5G (Pipe) SMAW, Dasar K3 Muda (Operator K3), Tata Boga Pastry, Menjahit Baju Mode, Jasa Boga Kue Nasional, Scaffolding, Tata Rias Pengantin, dan K3 Madya. 

Selain itu, bimtek dan sertifikasi juga telah dimulai untuk dua kategori, yaitu Security Gada Pratama dan Welder 4G SMAW/FCAW.

Rudi menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini akan berlangsung secara bertahap hingga September 2025. Secara keseluruhan, terdapat 56 jenis pelatihan dan 48 kategori bimtek yang akan dijalankan sesuai dengan kesiapan masing-masing LPK.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan menerima sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam waktu 2 hingga 3 bulan setelah pelatihan. 

Sementara itu, sertifikat yang dikeluarkan oleh LPK dapat langsung diberikan dalam bentuk salinan, dengan sertifikat asli diserahkan saat penutupan serentak bersamaan dengan sertifikat BNSP/Kemenaker.

Baca juga: Polda Kepri Terbitkan DPO untuk Henny Alflysan, Tersangka Kasus Penggelapan di Batam

"Sertifikat dari kementerian ini penting karena menjadi syarat bagi tenaga kerja yang membutuhkan lisensi atau Surat Izin Operasi (SIO)," jelas Rudi.

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta program pelatihan dan bimtek mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, program serupa hanya menampung 1.144 peserta pelatihan dan 619 peserta bimtek. 

Tahun ini, jumlah peserta meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan tujuan memastikan lebih banyak tenaga kerja di Batam memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan daya saing tenaga kerja Batam dan membuka peluang kerja yang lebih luas," pungkas Rudi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :