HPSN 2025: Relawan Kumpulkan 791,5 Kg Sampah di Pantai Tanjung Uma Batam
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Pantai Tanjung, Tanjung Uma, Batam menjadi saksi aksi nyata kepedulian lingkungan. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Pantai Tanjung, Tanjung Uma, Batam menjadi lokasi aksi nyata kepedulian lingkungan.
Pada Sabtu, 22 Februari 2025, lebih dari 150 relawan dari berbagai komunitas, perusahaan, dan institusi pendidikan bergotong royong membersihkan kawasan pesisir tersebut.
Kegiatan ini diinisiasi oleh PT BatamOn Global Group bersama Forum Peduli Sampah Seluruh Indonesia (FORPASI) dan Dompet Dhuafa Kepri, dengan dukungan dari berbagai mitra sektor bisnis, pendidikan, dan komunitas lokal.
Selain bertujuan mengurangi sampah di kawasan pesisir, aksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Baca juga: DLH Batam Siapkan Strategi Komprehensif untuk Atasi Permasalahan Sampah
Selama aksi, relawan berhasil mengumpulkan 791,5 kg sampah, yang sebagian besar terdiri dari plastik, kayu, dan limbah rumah tangga.
Sampah tersebut kemudian dikategorikan untuk pengelolaan lebih lanjut. Selain bersih-bersih, kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga RT 4, RW 1, Kelurahan Tanjung Uma, yang telah melayani 18 orang.
"Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir seperti Pantai Tanjung, yang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah," ujar Villiana Putri Utami, Direktur PT BatamOn Global Group, Senin, 24 Februari 2025.
Villiana menjelaskan, Pantai Tanjung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu kawasan dengan permasalahan sampah yang kompleks. Melalui aksi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Dengan mengusung tema 'Kolaborasi untuk Indonesia Bersih', peringatan HPSN tahun ini tidak hanya berfokus pada pembersihan pantai, tetapi juga berbagai inisiatif sosial dan lingkungan," jelasnya.
Sejumlah organisasi dan institusi turut ambil bagian dalam kegiatan ini, antara lain SMA Maitreyawira, WCD Batam, JnT Batam, Harris Hotel Barelang, Yello Hotel, SMA Kallista, SMA N 2 Batam, Bye-Bye Plastic Bag, MAPALA ITEBA, MAPALA Polibatam, dan Grand Mercure Batam Center.
Partisipasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Baca juga: Dapat Kejelasan Soal Tunggakan Gaji, Petugas Kebersihan Karimun Akhiri Mogok Kerja
Selain aksi bersih-bersih dan pemeriksaan kesehatan, acara ini juga diisi dengan upacara mengheningkan cipta untuk memperingati dua dekade Peristiwa Leuwigajah. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik guna mencegah bencana serupa di masa depan.
Aksi ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Tanjung Uma yang telah dijalankan oleh PT BatamOn Global Group sejak Maret 2023. Program ini berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah.
Villiana berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi lebih banyak aksi peduli lingkungan di masa mendatang.
"Dengan kolaborasi berbagai pihak, langkah kecil seperti ini dapat membawa perubahan besar bagi kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Batam," harapnya.
Komentar Via Facebook :